dinastipoker ads  ads
X CLOSE
pokerace99

NgesekTetangga Dari Celah Dinding Rumah Kontrakan

N9ent0t Tetangga Dari Celah Dinding Rumah Kontrakan – Darsih, 26 thn dan suaminya Pak Iwang, 32 thn. tinggal di rumah petak kontrakan di samping kanan kamar pasangan suami isteri Mas Dirman, 38 thn dan Murni, 28 thn. Dan disamping kirinya tinggal Mak Sani, janda tua 64 thn, yang tinggal sendirian krn anak-anaknya sdh pd menikah dan berada di tempat lain. Pasangan Darsih dan Pak Iwang serta para tetangganya itu tinggal di deretan petak-petak rumah kontrakan di bilangan kota Bekasi. Ada sekitar 3 / 4 rumah petak lain yang sejenis jg tersebar di sekitar rumah yang ditempati Darsih dan Pak Iwang itu. Rumah-rumah itu rata-rata berbentuk bangunan pjg sederhana dgn deretan petak ruang-ruang kamar ukuran 3 X 6 m2. Dlm ruang yang sempit itu para penghuninya melakukan berbagai kegiatan rumah tangganya. Fungsi dapur, kamar tidur dan ruang keluarga / ruang tamu saling silih berganti sesuai kebutuhan. Antara petak satu dgn lainnya hanya dibatasi oleh dinding tipis yang terbuat dri tripleks. Dinding itu telah banyak mengelupas di sana-sini. Pd beberapa bagiannya bahkan jg ada lobang-lobang sehingga bukannya tdk mungkin tetangga yang satu mengintip tetangga lainnya.

abg bugil malu malu

ngentot sepongan tante

Secara berkala Darsih dan Pak Iwang menempelkan kertas koran di sana sini pd dindingnya U\ menutupi bolong-bolong itu sebelum mrka mengecatnya. dgn dinding macam itu, U\ saling tegur sapa antar tetangga mrka tak perlu secara khusus berhadapan / keluar rumah. Mrka sdh terbiasa lempar omongan Yani tara dinding-dinding itu. Sambil melakukan kegiatan sehari-hari mrka bsa saling bicara dri tempat masing-masing. Mrka ini memang org-org yang mudah dgn cepat menyesuaikan diri dan terbiasa menghadapi hidup yang serba kekurangan di tengah kota besar macam Bekasi itu. Akan halnya keluarga Darsih, Pak Iwang suaminya bekerja sbg buruh di sebuah perusahaan angkutan. Hampir setiap hari dia berangkat kerja dri pukul 6 pagi hingga pulangnya pd pukul 7 malam. Maklum dia menggunakan kendaraan umum yang apabila kesiangan di pagi hari akan kena macet di jalanan sehingga berakibat terlambat sampai di kWartor. Sebaliknya pd ketika pulang tdk mudah men dptkan tempat di bus kota yang berjubel itu. Dan tentu saja hampir setiap hari pula Darsih harus sibuk sendirian di rumah. Sesekali dia ngobrol sama Mak Sani / tetangga lain U\ sekedar membuang rasa bosan.cerita sex

Adapun tetangga samping kirinya, Mas Dirman dan istrinya Murni, adlh jg org-org yang sibuk. Mas Dirman bekerja sbg Satpam di kompleks pergudangan Bekasi. Dia bekerja bergilir, seminggu tugas malam, dri pukul 6 malam hingga pulangnya pukul 6 pagi, kemudian seminggu berikutnya tugas siang dri pukul 6 pagi hingga pulangnya pukul 6 malam. Istrinya, Murni bekerja sbg perawat di rumah sakit bersalin di bilangan kecamatan tdk jauh dri rumahnya. Jadi pd waktu-waktu tertentu di siang hari rumah Mas Dirman dan Murni kosong selama satu minggu krn Mas Dirman kebetulan kena giliran jaga di siang hari. Dan pd minggu lainnya sesekali Darsih melihat Mas Dirman yang sedang santai di rumahnya krn kebagian gilir jaga di malam harinya. Begitulah kehidupan per-tetangga-an mrka selama berbulan-bulan hingga. . Terjadilah peristiwa dan cerita ini. . Peristiwa dan cerita yang penuh nafsu syahwat birahi, yang akan merubah suasana dan situasi kehidupan mrka yang tinggal di deretan rumah kontrakan sederhana itu. O, ya. . Aku lupa. Perlu aku jelaskan bahwa U\ keperluan mandi, mencuci dan kakus pd mrka tersedia tempat dan fasilitasnya U\ digunakan bersama. Secara bergantian tentunya. Dan di situlah terjadi saling ketemu, saling tegur dan saling pandang antar tetangga satu sama lainnya.

Dan dri sini pulalah awal dri segala peristiwa dan cerita ini. . Darsih adlh perempuan yang suka sibuk. Dia tdk mau diam. Selalu ada yang dia kerjakan. Disamping setiap hari dia membersihkan dan merapikan rumahnya yang kecil itu Darsih jg senang memasak dan mencuci pakaiannya / pakaian suaminya. Hampir banyak waktunya dia hbs kan di dapur dan tempat mandi dan cuci. Dan tentu saja tetangganya, dlm hal ini Mas Dirman justru sering melihat dan berjumpa Darsih di tempat ini. Pd ketika dia kena gilir jaga malam se-siang hari Mas Dirman yang sendirian krn istrinya lg kerja banyak keluar masuk di tempat mandi dan cuci ini. Krn seringnya bertemu berdua saja, mau tdk mau seringlah terjadi saling tegur sapa antara Darsih dan Mas Dirman. Tdk bsa dipungkiri bahwa Darsih yang baru 26 thn itu memiliki daya tarik seksual yang lumayan. Ibarat kembang Darsih ini sedang mekar-mekarnya dan ranum. Semerbak bau dan tampilan tubuhnya bagaikan madu yang mampu membuat mabok para kumbang dan kupu-kupu. Tubuhnya yang nampak ‘getas’ dgn tingkahnya yang gesit membuat dia demikian mudah memancing syahwat para lelaki normal yang melihatnya. Dan tentu saja syahwatnya Mas Dirman yang jg lelaki normal itu. Diam-diam selama ini Mas Dirman memang selalu memperhatikan sosok Darsih. Dia ckp ‘kesengsem’ dgn istri tetangganya itu. Dan dri waktu ke waktu Mas Dirman sering dan semakin merasa sepi ketika tdk bsa menyaksikan Darsih berada di tempat mandi dan cuci. Dia jadi gelisah. Mondar-mandir / mengintip ke belakang di tempat mandi cuci itu. Tak dipungkiri bahwa Mas Dirman suka membayangkan betapa nikmatnya kl bsa berasyik masyuk dgn Darsih.cerita sex dewasa

Dia melihat banyak kelbhan Darsih dri istrinya Murni. Dia melihat dan mambayangkan betapa Darsih akan sgt ‘panas’ ketika berada di ranjang. Dia bsa merasakan bagaimana perempuan dgn betis kecil dan dada yang bidang macam Darsih itu akan menjadi kuda betina liar yang terus meringkik kehausan ketika bergelut di ranjang. Mas Dirman jg membayangkan bagaimana susu Darsih yang blm melahirkan anak itu akan menjadi kenyal ketika men dptkan sentuhan / sedotan dri lidah / bibir lelaki. Susu yang pd ketika kena sentuhan birahi akan membuat putingnya naik terangkat dan mencuat ke depan. Warnanya yang meSonna merah akan sgt menantang se se-org U\ mendekatkan bibirnya dan menghisapinya. Mas Dirman tdk bsa mengelakkan rudalnya yang selalu ngaceng ketika membayangkan pesona Darsih yang istri tetangganya itu. Akan halnya Darsih sendiri, dia menyadri dan th bahwa dirinya termasuk se-org perempuan yang memilik pesona seksual. Banyak lelaki dan khususnya Mas Dirman yang tetangganya itu sering kepergok ketika memperhatikan tubuh indahnya. Beberapa kali, / sering kali dia mencuri pandang dan melihat bagaimana Mas Dirman melotot matanya melihat tampilan dirinya. sbg perempuan muda, Darsih tdk menutupi kebanggaannya ketika ada lelaki, siapapun dia, yang menunjukkan ketertarikan / kekaguman pd dirinya / pd tubuhnya. Bukankah itu merupakan semacam pengakuan dri para lelaki bahwa dirinya cantik, menarik dan pantas dikagumi Dan Darsih termasuk perempuan yang selalu haus pengakuan macam itu. Walaupun Pak Iwang suaminya tak pernah berhenti memuji kecantikannya dia masih jg senang ketika ada lelaki lain yang memperhatikan dgn penuh nafsu pd bagian-bagian sensual tubuhnya. Dia th Mas Dirman suka memperhatikan tulang pipinya yang tinggi dan membuatnya nampak manis itu. Dia th Mas Dirman sgt suka mempehatikan bibirnya ketika dia sedang berbicara apa saja. Dia th Mas Dirman suka memperhatikan lehernya yang jenjang dan bahunya yang lebar, seakan menunggu kesempatan kapan U\ bsa mendaratkan lidah dan bibirnya di atasnya.

Dia th Mas Dirman suka memperhatikan celah di antara buah dadanya. Dia th Mas Dirman suka memperhatikan ketiaknya ketika menjemur pakaiannya. Dia th Mas Dirman suka memperhatikan pantatnya yang seksi ketika dia nungging menyapu lantai tempat mencuci. Dia jg th bagaimana mata Mas Dirman berusaha menembusi celah roknya ketika dia jongkok di tempat cucian. Dia jg th dan merasakan betapa Mas Dirman pengin melihat bagian-bagian tubuhnya yang sgt rahasia. Dan Darsih sgt menikmati bagaimana Mas Dirman memuaskan matanya U\ menikmati pesona tubuhnya. Dia sgt senang ketika melihat mata Mas Dirman yang melotot seakan hendak menelanjangi dan melahap tubuhnya. Dan Darsih akan kesepian dan gelisah pd ketika tak ada Mas Dirman. Pd ketika Mas Dirman kena giliran jaga siang hari, hati Darsih menjadi kosong dan merasa sendirian. Darsih menjadi malas berbuat apapun. Malas masak, malas nyuci, malas mandi dan malas lain-lainnya. Dia merasa kehilangan pengagumnya. Dan dia jg seakan kehilangan semangat hidupnya. Begitulah hingga pd suatu pagi. . Lokasi di rumah kontrakan pagi ini nampak sunyi. Murni sdh berangkat kerja. Pak Iwang sdh berangkat kerja pula. Kebetulan Mak Sani jg sedang pergi nginap di tempat anaknya di Serang. Nampak Darsih dgn cuciannya yang menggunung, krn baru ketika ini pengin nyuci sesudah 4 hari bermalas-malasan. Dia nampak sibuk dgn memilah-milah dan menggilas pakaian-pakaiannya. Pagi ini dia menunjukkan semangatnya kembali. Dia th mulai hari ini Mas Dirman U\ selama satu minggu ke depan akan selalu berada di rumah pd siang hari. Dia kena tugas jaga di malam hari selama seminggu.

Sesudah satu minggu menunggu dlm sepi, hari ini Darsih sdh bertekad akan banyak nyuci / masak yang membuatnya bsa mondar-mandir di tempat mandi dan cuci ini. Dia sdh rindu akan mata hausnya Mas Dirman yang seakan menelanjangi dan hendak menelan tubuhnya itu. Dia sdh rindu akan pandangan penuh birahi Mas Dirman yang bsa membakar semangat kerjanya pula. Dia merasakan betapa dri setiap pandangan mata Mas Dirman pd bagian-bagian tubuhnya membuat dirinya sgt bangga dan tersanjung. Pagi ini Darsih lbh dri sekedar nyuci. Pagi ini Darsih sengaja berdandan khusus U\ Mas Dirman. Dia memakai baju atas yang memperlihatkan belahan dadanya lbh membelah, disamping lbh menunjukkan keindahan bahu dan ketiaknya. Baju atasnya itu hanyalah sepotong kain yang membungkus sebagian kecil dadanya dgn tali kecil yang nyangkut ke bahunya. dgn baju macam itu Mas Dirman akan lbh bsa menikmati keindahan tubuhnya, ketiaknya dan belahan dadanya. Darsih jg mengenakan rok yang sgt pendek. Dia ingin menunjukkan betisnya yang ranum bak padi bunting serta membuat lbh banyak menampakkan bagian dengkul hingga naik ke sedikit pahanya. Pd ketika jongkok, bukan tdk mkn Mas Dirman jg berkesempatan melihat secercah celana dlmnya. Jantung Darsih berdesir ketika mengkhayalkan bagaimana nanti Mas Dirman terpukau pd ketika menyaksikan bagian-bagian tubuhnya yang sensual dan sgt rahasia ini. Jam menunjukkan pukul 9 pagi. Darsih sdh tak sabar menanti kehadiran Mas Dirman. Mas Dirman memang biasa bangun siang sesudah tugasnya yang hingga pagi hari itu. Biasanya dia baru keluar U\ mandi sekitar pukul 10 pagi. Ttpi U\ pagi ini, mkn kah dia keluar lbh awal. . Hati Darsih melonjak girang sekaligus deg-degan ketika mendengar gerendel pintu rumah Mas Dirman dibuka. dgn hanya bercelana kolor dan kalung handuk Mas Dirman keluar dri rumahnya. “Pagi, Dik Darsih. sdh rajin nih, ya. Bagaimana kabarnya. Dik Darsih dan Pak Iwang sehat “, sapa ramah Mas Dirman.

Dengan muka beSonna kemerahan krn menahan desirnya jantung dan hati, Darsih menjawab, “Pagi Mas Dirman. Baik. Baru bangun ya !”, sambil menebar senyuman dan matanya menatap tubuh Mas Dirman. “Iya, nih. Semalam benar-benar begadang krn ada satu tmn yang absen. Saya mesti menggantikannya. Ss. . Saya kk. . Kehilangan giliran tidurnya, dd. . D. . Dik”, kali ini jawabannya agak tersendat. Mas Dirman menyaksikan betapa Darsih nampak sgt membangkitkan birahinya dgn pakaiannya yang banyak terbuka itu. Sepertinya Darsih langsung th. Dia gembira hatinya krn tujuannya tercapai. Kemudian sambil pura-pura membetulkan ikatan rambutnya, Darsih mengangkat Tgn nya hingga ketiaknya yang mulus dan indah itu nampak terbuka lebar. Bak se-org penari yang sekaligus koreografer, dia jg menggerakkan bagian-bagian tubuh lainnya dgn harapan Mas Dirman bsa menikmati keindahan leher lehernya, belahan dadanya dan jg bibir sensualnya. Dia menyahut omongan Mas Dirman dgn sedikit melempar umpan, “Yaa. . , khan ada Mbak Murni, Mas. Tentunya khan ada dong. . Sambutan di pagi hari. . “, sambil sedikit melepas senyuman dan lirikan matanya yang menggoda. Seperti gNduk Ayung bersambut, Mas Dirman merespon dgn penuh pemahaman dan doSonngan U\’jemput bola’. dgn gaya ‘lelaki yang penuh derita’ dia menjawab, “Ah. . , nggak koq, dik. Setiap pagi saya datang, setiap pagi itu pula Murni siap berangkat. Jadinya yaa. . Selalu selisiban, begitu”. Mas Dirman jg sempat mikir, kenapa kali ini Darsih ini kok demikian beda. Pakaiannya beda. Duh. . , tuh lihat. . , belahan dadanya. . , dan ituu. . , ketiaknyaa. . Huuhh. . Indah banget, sih. . Pasti wanginyaa. . Dia memang th, Dik Darsih ini seneng kl diperhatikan. Apa lg kl ketika memperhatikan menampakkan pandangan kekagumannya. Ttpi kali ini. .

Dan omongannya lbh berani. Bukankah omongannya tadi banyak mengandung godaan dan pancingan-pancingan Adakah Darsih dilanda rasa sepi Adakah Mas Pak Iwang, yang suami Dik Darsih kurang memberikan makanan batin mkn kah Darsih ini kesepian dan sengaja menunggu sentuhan-sentuhan birahinya. . , ah. . , jgn terlalu jauh. . Kasihan Dik Pak Iwang, begitu pikir Mas Dirman. Ttpi tak perlu dipungkiri, rudal Mas Dirman ngaceng jg. Rasa sepi hati Darsih telah sedikit terobati. Dia sdh menyaksikan kembalinya sang pengagum dirinya. Persiapan yang sungguh-sungguh U\ disuguhkan kepd pengagumnya jg sdh dia lakukan. Dia sdh memakai baju yang paling menarik. Dengan berpura-pura membetulkan ikatan rambutnya dia sdh menyuguhkan pesona ketiaknya, leher jenjangnya dan belahan dadanya pd Mas Dirman dgn cara yang sgt atraktip dan mendebarkan hati. Dia jg sdh sudah membuka omongan dgn omongan yang tak biasanya. Omongan yang nyata-nyata bsa menjadi umpan pancingan. Omongan yang mengandung goda. Sebenarnya dia jg nggak th, kenapa omongan itu keluar begitu saja dri mulutnya !Bukankah omongan macam tadi bsa menimbulkan pertanyaan aneh dan menggoyahkan hati serta pikiran Mas Dirman ! Ah. . , Mas Dirman nampak beranjak U\ mandi. Sepintas Darsih mengikuti dgn ekor matanya hingga Mas Dirman masuk dan menutup kamar mandinya. Dia melihat betapa tubuh Mas Dirman itu demikian kekar sehat. Dia melihat sepintas betapa dadanya penuh otot. Mas Dirman bsa merawat tubuhnya. Tdk seperti dada Pak Iwang yang kerempeng itu. Darsih jg memperhatikan betapa dgn tubuh jangkungnya Mas Dirman, ada kali sekitar 175 cm, sungguh membuatnya tampil sbg lelaki yang jantan dan tegap. Dd. . Dan, seandainya kepalaku jatuh bersandar pd dada ituu. . Ahh. . , jgn terlalu jauh. Ada Mbak Murni. . , jgnn. . , begitu lamunan Darsih yang langsung membuat wajahnya memerah. Begitulah, nampaknya hari ini telah tumbuh sebuah komunikasi yang beda antara Darsih dan Mas Dirman. Komunikasi yang terasa bernuansa romantis walau yang tak ter-ucapkan dlm kata-kata vulgar. Komunikasi dua insan manusia yang selalu haus akan penyaluran naluriah syahwatnya.

Komunikasi yang membuat hati keduanya berdesir-desir. Komunikasi yang kemudian membuat dan menggelisahkan batin mrka berdua. Sejauh ini komunikasi itu memang masih bersifat ‘cara mata memandang serta ucapan pameo’ yang bsa mengandung banyak makna. Komunikasi itu memang masih diluar jangkauan akan makna ‘hubungan’. Makna ‘hubungan’ yang bsa lbh konkrit mengarah dlm bentuk komunikasi fisik. Ttpi komunikasi yang terjadi antara Darsih dan Mas Dirman hari ini sdh memungkinkan berkembang ke arah ‘bahaya’, mengingat pd Darsih ada Pak Iwang dan pd Mas Dirman ada Murni, pasangan-pasangan hidup mrka.

Bukan tdk mkn mrka terseret ke komunikasi yang menyentuh hati. Dan lbh jauh lg menjadi komunikasi yang menebar panggilan birahi, seperti serbak bunga pd kumbang. / nyanyian angsa jantan U\ menarik angsa betina. / aroma kemaluan serigala betina yang menebar hingga tercium serigala jantan. Dan akan lbh berbahaya lg apabila komunikasi itu bergeser dan berubah menjadi ‘hubungan’ yang bersifat fisik. Yang telah terjadi ketika ini adalah, kl tadinya antara mrka hanya saling curi pandang, kini baik Mas Dirman maupun Darsih sdh berani langsung saling pandang. Saling melirikkan matanya, saling mengangkat alis sbg pertanda pd hal-hal yang blm mkn terucapkan. Saling menggoda dan menyindir pd hal-hal yang mengarah ke erotisme.

Ttpi bagaimanapun baik Darsih maupun Mas Dirman masih memperhitungkan adanya tetangga yang tinggal di rumah petak yang lain di sekitarnya. Mrka sgt menjaga jgn sampai terlanjur mengundang perhatian tetangga mrka itu. kl hal itu terjadi akan berbahaya bagi kehidupan rumah tangga mrka dan akan sulit bagi mrka U\ bsa melangsungkan komunikasi selanjutnya. Ttpi yang namanya panggilan syahwat dan birahi tak pernah putus akal. Dewa-dewa cinta yang sgt kreatip selalu mengirimkan berbagai akal bulusnya. Gagasan dan akal bulus para dewa cinta itu dgn gampang merasuki keduanya. Lihatlah. .

“Dik Darsih, kemarin Pak Iwang bawa koran Kompas, khan Aku pinjam dong. Aku pengin baca berita Pemilu 2004, nih, ” terdengar suara Mas Dirman dri balik dinding rumahnya yang penuh bolong itu. “Ada, Mas. Aku antar ke depan rumah ya, ” jawab Darsih. “Nggak usah. Lewat sini saja dik. Dri arah bangku Dik Darsih ini khan ada bolongan. ckp U\ nyeploskan koran. Gulung saja dulu, dik, ” usul Mas Dirman yang sgt unik, menggunakan bolongan dinding mrka U\ mengirimkan koran Kompasnya.
Dan sejak itu banyak dan beragamlah pemanfaatan lobang dinding dekat bangku Darsih itu. Dri kiriman sambel kecap U\ makan siang, pisang goreng, pinjam ballpen, pinjam buku dan sebagainya. Lobang yang letaknya kira-kira sepinggang di atas lantai itu terjadi krn triplek dinding yang telah keropos. Semula sdh ditutup koran-koran yang ditempel dgn lem sagu. Ttpi ya, mudah lepas. Dilem lg , lepas-lepas lg . Dan akhirnya setengah dibiarkan. Lobang itu tdk tepat berbentuk bulatan. Dri atas turun memanjang hingga sekitar 12 cm dgn lebarnya yang 3 cm. Ttpi kl diperlukan, lobang itu bsa direnggangkan sedikit sehingga bsa U\ nyeploskan botol kecap yang besar itu / lainnya.

Pd ketika lain lobang itu kembali menyempit sehingga tdk menarik perhatian siapapun termasuk Pak Iwang suami Darsih maupun Murni istri Mas Dirman. dgn lobang macam itulah akal bulus para dewa cinta bsa memanggil-manggil birahi dan syahwat manusia kapan saja. dgn adanya lobang pd dinding itu komunikasi erotis antara Mas Dirman dan Darsih berkembang dgn sgt pesat. Dri waktu ke waktu panah dewa cinta dgn pasti menembus dan membutakan mata dan hati mrka. Kata-kata yang saling ejek dan goda dgn seling tawa saling dilontarkan antara Darsih dan Mas Dirman melewati dinding rumah mrka. Dan ucapan-ucapan mrka dgn cepat berkembang semakin bebas, semakin panas serta semakin vulgar. Kini nampak keduanya sedang ber-asyik masyuk dgn saling berbisik antar dinding. Darsih secara khusus menarik bangku plastik U\ kemudian duduk mendekat ke dinding dan lobang itu. Demikan pula Mas Dirman. Dia menarik kursi makannya U\ mendekati dinding dgn lobangnya itu pula.
“Gede donk, punya Pak Iwang , ” bisik Mas Dirman melontarkan godaan ‘hot’-nya. “Ah, jgn mengejek lho. Dosa tuh. Memangnya seperti punya Mas Dirman, bsa buat pentungan kl lg jaga malam , ” balas Darsih disertai tawanya yang menderai tertahan.
“Ya, tapinya banyak loh yang pengin kena pentunganku, ” ganti Mas Dirman yang ketawa. “Ya, sudah. Sana cari yang suka pentungan Mas Dirman!, ” ketus Darsih bernadakan cemburu. “Eh, eh, eh. . Jgn marah. . , ayolah say. . , ” buru-buru Mas Dirman membujuk Darsih. Justru cemburu Darsih kian membara. Dia menganggap Mas Dirman jg mengobral goda pd perempuan lain. Dia merasa seakan Mas Dirman punya perempuan simpanan. Mukanya cemberut. Dia tdk menjawab bisikkan Mas Dirman.

Sesudah beberapa kali berusaha memancing omongan Darsih, bisikkan Mas Dirman tetap tak men dptkan respon, Sekali lg dewa cinta perlu ikut campur. “Ya, sudaahh. . , aku mau tidur sajaa. . , “”Eeii. . Tunggu. Kembalikan dulu koranku. N’tar dicari yang punya, “Kemudian Darsih menuju lobang di dinding, “Mana , ” permintaan ketusnya. “Nih, ambil sendiri , ” jawab Mas Dirman dri balik dinding sambil menunjukkan koran di Tgn nya. . “Ceploskan saja!, “”Nggak, ah, nanti robek. N’tar aku dimarahin Mas Pak Iwang, lg !, “Cemburunya yang masih membakar akhirnya kalah. Darsih takut nanti suaminya mencari korannya. Dan apa katanya kl ternyata koran itu ada di tempat Mas Dirman. Akhirnya dia mengasongkan Tgn kanannya masuk ke lobang itu U\ mengambil korannya.

Melihat Tgn yang indah dan lembut itu Mas Dirman tak mampu menahan pesonanya. Ketika itulah Mas Dirman kontan meraih Tgn Darsih. Darsih kaget dan serta merta berusaha menarik Tgn nya. Ttpi mana kuat melepaskan diri dri pegangan kokoh Mas Dirman. Sambil meSonnta-Sonntakan Tgn nya dia berteriak-teriak dlm bisikkan, “Lepaskan. Lepaskan. Aduh. . Lepaskaann. . !, ” Ttpi Mas Dirman justru lbh menggoda. dgn memegang pd Tgn kanannya, Tgn kirinya mengelusi jari-jari Darsih. Elusan yang cepat berkembang menjadi urutan-urutan. Dan Sonntaan Tgn Darsih itu pelan-pelan mereda. Cemburu Darsih pdm. Dia menikmati elusan Tgn Mas Dirman. Seketika hening. Yang terdengar nafas-nafas dua insan yang terpisah oleh dinding tripleks. Tiba-tiba Darsih disergap perasaan merinding. Dia seakan jatuh dri ketinggian Ttpi tak pernah menyentuh tanah. Dia merasakan ke-lengang-an yang nikmat pd ketika jatuh itu. Ketinggian itu seakan tanpa batas. Elusan Tgn Mas Dirman pd Tgn nya telah menyentuh sanubari dan membangkitkan nikmat. Darsih seperti terlempar dan jatuh melayang ke awang-awang. Akan halnya Mas Dirman. Sebenarnya dia tdk sengaja dan merencanakan hadirnya Tgn Darsih itu. Ttpi ketika dia menyaksikan Tgn lembut nyeplos dri lobang dindingnya, refleksnyalah yang meraih Tgn itu. Yaa, macam inilah hasil kerjanya dewa cinta. .

Dan ketika Tgn lembut itu meSonnta, dia tak ingin melepaskannya lg . Dia sungguh mengagumi kelembutan Tgn itu. Itu bukan macam Tgn Murni yang kasar. Dia langsung terdoSonng U\ mengelusi kelembutan Tgn Darsih itu. Duh, punggung Tgn inii. . , betapa indahnya. . Duh, jari-jari inii. . , betapa lentiikk. . Dan tiba-tiba hadir sebuah doSonngan yang sgt kuat. Mas Dirman mendekatkan Tgn Darsih itu ke mukanya. Dia menciumi Tgn itu. Dan kemudian lbh jauh lg dgn menjilat dan mencaplok. Mas Dirman mulai mengulum jari-jari Darsih yang lentik itu. Siirr. . Jantung Darsih terasa berdesir. Sebuah badai birahi mendera langsung ke sanubarinya. Darsih seperti tersengat listrik ribuan watt ketika ujung-ujung jarinya merasakan adanya sentuhan lunak kehangatan. Dia memastikan Mas Dirman sedang mencium dan memasukkan jari-jari Tgn nya kemulutnya. Sengatan listrik itu merambati seluruh bagian tubuhnya. Darsih merasakan seakan hendak pingsan. Dia cepat berpegang pd dinding dan tanpa sadar dia merintih, “Dduuhh. . Mas Dirmannn. . , j. . Jj. . Jangaann. . , ” Tgn nya kembali meSonnta kecil. Kata ‘jgn’ yang keluar dri desah Darsih itu tanpa disertai upaya sungguh-sungguh U\ menarik lepas dri kuluman bibir Mas Dirman. Lumatan Mas Dirman pd jari-jari Darsih disertai dgn sedotan-sedotan. Dia isep-isep jari-jari itu dgn sepenuh perasaannya. Dia merasakan betapa lembut Tgn Darsih di ujung bibirnya.

Dia jg menjilati telapak Tgn Darsih yang terasa membasah krn keringat dinginnya. Darsih menggelinjang hebat. Dan tanpa sepenuhnya disadri Tgn kiri Darsih mulai bergerak meraih kemudian merabai buah dadanya sendiri. Badai birahi itu telah membuat Darsih tenggelam dlm samudra nikmat. Dia bergetar dan menggigil merasakan kuluman mulut Mas Dirman pd jari-jarinya. Dia merasa nafsu birahinya seketika terdongkrak dan terpacu keluar. Buah dadanya terasa sgt menggatal sehingga Tgn kirinya serta merta meremasinya. Jari-jarinya memijit-mijit pentil-pentilnya. Dia jg meracau. . “Mmaass. . , Mass. . , Maass. . Jangaann. . Ampun Maass. . , ” ucapan yang penuh paradoks dri bibir mungil Darsih. Kata ‘. . Jangaann. . ‘ itu semakin jauh dri makna sejatinya. Kata itu justru U\ mengukuhkan kuluman Mas Dirman pd Tgn dan jari jemarinya. Darsih semakin memperkeras pijitan pd pentil-pentilnya. Mas Dirman semakin terbakar mMarinnaa. Nafsunya yang tdk banyak tersalurkan pd istrinya kini pengin ditumpahkan pd Darsih. Ttpi apa mau dikata. Mrka berada di ruangan terpisah. Yang mrka bsa lakukan hanyalah berbisik / seperti skrg ini, merabai dan menciumi Tgn Darsih. Dan nampaknya Darsih telah menyerah dlm kendali Mas Dirman. Dia tengah tenggelam dlm birahi syahwatnya. Mas Dirman jadi kini pengin th, adakah Darsih jg merindukannya . Adakah Darsih jg ingin menyalurkan doSonngan birahinya . Adakah Darsih akan memberikan respon balik sesudah Tgn dan jari-jarinya kini dlm kulumannya Pelan-pelan dia kendorkan pegangannya pd Tgn Darsih. Dia pengin th, apakah Darsih akan langsung menarik Tgn nya ke balik dindingnya. Ternyata tdk.

Justru kupingnya menangkap desah lirih dri mulut Darsih yang mengesankan betapa haus perempuan yang istri tetangganya itu U\ dipuaskan syahwatnya. Justru jari-jari Darsih kini meruyak-ruyak dlm mulutnya. Seketika Mas Dirman tetap mengkulum dan menggerakkan lidahnya pd jari-jari indah itu sebelum akhirnya menarik lepas Tgn itu dri mulutnya dan meraih Tgn itu U\ mengembalikan ke balik dindingnya. Darsih mengikuti apa yang menjadi kehendak Mas Dirman. Tgn Mas Dirman terus menggamit Tgn nya U\ dikembalikan nyeplos melalui lobang dinding itu. Ttpi ternyata Tgn Mas Dirman terus ikut nyeplos. Lobang itu melebar ditembusi oleh Tgn nya yang kekar. Tgn penuh otot yang coklat kehitaman, yang nampak banyak didera oleh kehidupan yang kasar dan keras itu kini berada di depannya. Darsih berdesir terpana melihat Tgn Mas Dirman itu. Mau apa dia Tgn itu bergerak menggapai-gapai. Darsih memastikan Mas Dirman ingin meraih dirinya. Dia memang tak akan bergerak dri tempat duduk bangku plastiknya. Dan Tgn itu berhasil menyentuh pahanya yang hanya memakai rok pendek. Nampak dgn jari-jarinya yang kasar Tgn itu merabai dan mengelusi pahanya.cerita sex dewasa

Apa yang kini terlihat dan dirasakan Darsih sungguh suatu hal yang penuh sensasi. Selama ini tak pernah satu org lelakipun yang pernah menyentuh tubuhnya apa lg pahanya macam yang Mas Dirman lakukan dgn Tgn nya ini. Ttpi kini sebuah Tgn lelaki yang berotot dan kasar itu datang nyeplos dri lobang dinding U\ mengelusi pahanya. Kembali jantungnya langsung berdesir. Dan kembali badai birahi menderanya. Kembali nuraninya serasa disengat listrik ribuan watt. Darah Darsih yang tersirap membuat wajahnya serasa terbakar memerah. Matanya tak lg mem-fokus ke arah manapun. Pelupuk matanya setengah tertutup. Darsih terbawa arus birahi yang sgt nikmat. Elusan-elusan yang sering jg diseling sedikit cakaran dri Tgn Mas Dirman mengaduk-aduk nuraninya dan membuahkan erang dan rintih nikmat yang penuh iba. “Oohh. . Mmaass Diraann. . , ” sambil Tgn nya seakan mau menahan gerak dan laju Tgn Mas Dirman. “Maass. . Mass. . “. Sementara itu Tgn Mas Dirman itu mulai menggeser sentuhannya menuju ke arah pangkal pahanya. Darsih membiarkan Tgn itu bergerak kemana maunya. Dia seperti sedang melayang. Kenikmatan birahi ini membuatnya ngambang di atas bumi. Hingga terjadilah. Tgn Mas Dirman kini merabai bagian tubuh Darsih yang paling peka. Tgn Mas Dirman mengelus-elus pangkal paha dan selangkangan Darsih itu. Tgn dan jari-jari Mas Dirman meremas celana dlmnya U\ menggelitiki [email protected] Darsih. Darsih menggelinjang dgn hebat. Nafasnya tersengal. Tgn – Tgn nya mencari apapun U\ bsa dia pegang. Mulutnya merasa sgt haus. Tgn nya akhirnya memegang meremasi Tgn Mas Dirman. Darsih merintih dgn diikuti tubuhnya menggoyang-goyang maju mundur hendak menjemput rabaan Tgn Mas Dirman itu. Begitulah perempuan. Dia menikmati antara ‘ya’ dan ‘jgn’, U\ membiarkan semuanya berjalan tanpa kendalinya. Jari-jari ituu. . , aacchh, uucchh. .

Jari-jari itu meretas tepian celana dlm. Jari-jari itu menyentuhi bibir [email protected] Jari-jari itu berusaha merogoh [email protected] Tgn Darsih mencekalnya lbh erat. Bukan U\ menghambatnya. Tgn Darsih mencekal U\ mengkokohkan posisi Tgn Mas Dirman. Darsih ingin jari-jari Mas Dirman mengorek-orek lbh jauh kemaluannya. Darsih sgt merasakan kegatalan pd [email protected] [email protected] Darsih telah basah oleh cairan birahinya. Darsih minta jari Mas Dirman mengoboki lbh dlm lg . Ttpi Tgn itu tak akan berhenti di sana. Tgn Mas Dirman masih mau menjerlajah. Tgn itu melepaskan [email protected] Darsih yang telah membasah. Tgn itu meninggalkan siksa kepd Darsih. Tgn dan jari-jarinya itu terus memanjati tubuh Darsih. Ke perutnya seketika, kemudian meluncur ke buah dadanya yang memang telah setengah terbuka sejak awal tadi. Kini kenikmatan yang beda kembali melanda Darsih. Tgn Mas Dirman dgn liar meremasi buah dadanya. Jari-jarinya memelintir puting-puting susunya. Bagaimana mkn menghentikan desah dan rintih dri mulutnya, “Ammpuunn, Maass. . Maass. . Maass. . ‘, hanya itulah kata-kata yang berkali dan berulang disuarakan.

Ttpi Mas Dirman blm jg menghentikan gerak panjat Tgn nya. Dia menjamah dan mengelusi leher Darsih seketika kemudian meluncur ke atas lg hingga jari-jarinya menyentuh sepasang bibir Darsih. Jar-jari itu bermain di celah bibir dan menyentuh gigi Darsih. Jari-jari itu seakan merangsek ke mulut Darsih. Dan tanpa komando serta tanpa sadar sepenuhnya, Darsih membuka mulutnya dan langsung mencaplok kemudian mengulum jari-jari Mas Dirman. Ini memang salah satu terminal birahi yang ingin dia rambah. Kini dia th dan percaya bahwa Darsih memang merindukannya dgn penuh dendam. Mas Dirman merangsang terjadinya respon Darsih U\ melumati jari-jarinya. Kini dia jg semakin th. Istri te Tgn ya ini memang perempuan yang sgt lapar dan haus. Mas Dirman ingin menjawab lapar dan hausnya Darsih itu. Dia biarkan Darsih. Dia memberikan kesempatan Darsih U\ memuaskan dulu lumatannya atas jari-jarinya. Darsih yang kini telah histeris. Jari-jari dan Tgn Mas Dirman telah dibuat kuyup oleh bibir, lidah dan ludahnya. Darsih dgn setengah membungku, jg melatakan lidahnya itu hingga ke lipatan lengan Mas Dirman. Maunya sih lbh jauh lg .

Ttpi dinding rumah kontrakan itulah yang mengatur semuanya. Darsih jg membawa Tgn dan jari-jari itu kembali merabai leher dan buah dadanya. Darsih masih ingin buah dadanya berada dlm cengkeraman Tgn kasar itu. Ttpi dri balik dinding, Mas Dirman punya mau ada beda. Pelan-pelan dia tuntun dan gamit kembali Tgn Darsih U\ dibawa nyeplos kembali ke ruangannya. Disana telah ada yang menunggu jamahan Tgn Darsih. Mas Dirman telah menyiapkan kejutan bagi Darsih. Terus terang seluruh tubuh Mas Dirman ketika ini jg telah dikobarkan oleh nafsu syahwatnya. rudalnya sdh ngaceng dan menyesakkan celananya. Bagaimana nih, jalan keluarnya !”Dik Darsih, Mas nggak tahaann, niihh. . , ” rintih Mas Dirman. Terdengar suaranya agak serak. “Dik Darsih, Mas nggak tahaann. . , niihh. . , “”Dik Darsihh. . , tolong Mas diikk. . “. Rintihan Mas Dirman itu semakin memacu nafsu birahi Darsih. Dia jg tdk th harus bagaimana. Pd Darsih dan Mas Dirman ada batasan-batasan yang tak mkn diterjangnya. Masing-masing tak mkn saling mengundang / saling bertandang. Apa kata tetangga nanti. Ttpi Darsih sendiri jg semakin tertekan oleh kehendak syahwatnya. Darsih jg memerlukan penyaluran gejolak nafsu birahinya. Darsih jg telah ditelan badai syahwat yang menggelora. Dia diombang-ambingkan oleh prahara libidonya.

Pd [email protected] sdh dia rasakan ada cairan yang tak terbendung. Cairan birahinya telah membuat celana dlmnya basah kuyup. Sementara jari-jari Tgn kirinya tak henti-hentinya memijat dan memilin-milin puting susunya sendiri. Ternyata diam-diam Mas Dirman telah mengeluarkan melepaskan celana kolornya. Dan kemaluannya yang gede pjg itu telah lepas keluar melalui tepian celana dlmnya yang nampak setengah kumal itu. Dan tak bsa dia tahan, Tgn kanannya kini nampak meijat-mijat dan mengelusi kemaluannya itu. Tersirat ‘precum’-nya yang bening meleleh dri lobang kencingnya. “Dik Darsih, Mas nggak tahaann, niihh. . , ” kembali rintihan Mas Dirman mengiang di telinga Darsih. Kali ini Darsih nampak iba. Bagaimana dia menolong Mas Dirman.
“Diikk, aku nggak tahaann. . , ” sekali lg rintih serak Mas Dirman, Syahwat birahi Darsih-lah yang kini menjawabnya dlm bisik, “Dari mana dong, mass. . Darsih mesti ngapaiin. . Darman aa. . , “”Dd. . Dik Darsih mm. . Mau b. Bantu Mass. . , yaa. . , “”Darman aa. . , ” suara Darsih yang bernada desah dan rintih pula. Itu bukan suara org bertanya. Maksud ucapan itu adlh U\ mendoSonng tindakan Mas Dirman. Terserah Mas Dirman, mau kemana nikmat bersama ini akan dibawa. Tiba-tiba Mas Dirman menuntun Tgn Darsih. Dri balik dinding ini Darsih tdk melihat apa yang telah terjadi pd Mas Dirman. Dia tdk th kl Mas Dirman sdh melepasi celana kolornya. Dan Darsih jg tdk melihat kl kemaluan Mas Dirman sdh lepas keluar dri celana dlmnya.

Tgn nya pasrah mengkuti tuntunan Mas Dirman. Darahnya berdesir dan jantungnya memukul-mukul dadanya. Kemana Tgn nya akan dibawa Darsih menunggu dlm harapan yang cemas. . Tiba-tiba dirasakannya Mas Dirman kembali menciumi telapak Tgn nya. Ah, hanya itu. . , demikian seketika pikir Darsih sedikit menyiratkan kecewa. Ttpi tunggu. . , ternyata ciuman Mas Dirman ini tak lama. Tgn itu kembali dituntunnya. Mas Dirman jg merubah posisi pegangannya. Dia buka telapak dan jari-jari Darsih U\ kemudian dgn cepat digenggamkannya kembali. Pd ketika itulah Darsih baru menyadri dan merasakannya. Sebuah bulatan batang yang pjg dan hangat kini berada dlm genggamannya. Oohh, ini khan. . Kk. . K. . Kemaluan. . Mas Dirman ! Darsih terpekik kecil. Dia sgt kaget. Dia tdk menduga Mas Dirman akan membawa Tgn nya U\ menggenggam kemaluannya. Ttpi ada yang lbh mengejutkan. Dan ini sama sekali tdk pernah dibayangkan Darsih sebelumnya. Kemaluan Mas Dirman ini demikian kerasnya, hangatnya serta gede dan pjgnya. Darsih setengah tdk percaya akan apa yang sedang terjadi hingga Mas Dirman membantu Tgn nya meremas-remasi batang rudalnya itu. “Ayyoo Dik Darsihh. . Bantuin Maass. . , ” rintihan penuh iba Mas Dirman sambil Tgn nya menekan-nekan genggaman Tgn Darsih U\ meremas lbh keras kemaluannya. Prahara birahi benar-benar telah membakar syahwat Darsih. Telah memporak porandakan statusnya selaku istri Pak Iwang. Menghancur leburkan naluri setia se-org perempuan pd suaminya. Jg telah membutakan segala akal sehatnya selaku Darsih yang masih istri Pak Iwang. Dlm keadaan begini dia sama sekali tak ingat lg akan suaminya. Tak ingat lg akan batasan kewajiban dan larangan. Tak ingat lg apa yang boleh dan tak boleh sbg se-org istri. Darsih kini lebur dan larut dlm genggaman nafsu syahwatnya sendiri yang menggelegak tak terkendalikan lg . Tubuhnya oleng kehilangan daya. dgn tetap menggenggam kencang rudal Mas Dirman Darsih jatuh terduduk di lantai bertumpu pd kedua lututnya. “Dik Darsih, tolong Diikk. . , di peres-peres gitu, lohh. . Ayoo. . , ” bisik Mas Dirman yang tdk th keadaan Darsih sambil mencontohkan pd Tgn nya U\ meremasi rudalnya.

Darsih yang masih dlm keadaan ‘shock’ itu blm mampu mencerna apa maunya Mas Dirman. Walaupun dia tdk melepaskan genggamannya Ttpi dia blm bsa mendengarkan bisikan dri balik dinding itu. “Ayyoo, Dik Darsihh. . , bantu mass. . , ayo dipijit-pijit gituu. . Mas gatel banget, niihh. . “. Dan akhirnya memang Darsih th. Dan apa mau dikata, rasanya bagi Darsih tak ada yang harus dipilih. Dia jg dilanda rasa gerah dan gatal pd bagian-bagian pekanya. Disamping situasi erotiknya yang semakin memanas, udara panas ruangannya jg ikut membuat keringatnya berkucuran dri seluruh tubuhnya. Pakaiannya jg sdh setengah awut-awutan. BH-nya sdh terlepas hingga buah dadanya itu nampak telanjang. Rasa gatal pd pentilnya membuat Darsih menjadi sgt histeris. Dia tarik-tarik ujung pentil itu U\ dia sedoti. Ttpi betapa susahnya. Mulutnya tak bsa menjangkaunya. Dan ketika kupingnya mendengar suara penuh iba dri Mas Dirman membuat Darsih menjadi semakin merana. Permintaan dlm rintihan dan desah berbisik itu benar-benar membuat Darsih larut dlm gelombang syahwat yang menenggelamkannya. Yang melanda Darsih kini adlh sebuah ‘sensasi syahwat birahi’. bsa dikatakan sensasi krn Darsih blm pernah mengalami hal seperti yang skrg sedang berlangsung ini. Memang dia pernah meremas-remas. Ttpi meremasi kemaluan Pak Iwang suaminya berbeda banget dgn apa yang kini dlm genggamannya. Di Tgn nya kini ada batang gede, pjg dan hangat. Dia seakan sedang memegang lontong gede isi oncom yang baru keluar dri kandangnya.

Dan ketika ngaceng seperti ini rudal Mas Dirman ini bukan main kerasnya. Batang itu mendenyut-denyutkan uratnya yang beraliran darah. Denyutnya terasa teratur seperti ketika dia memegang urat nadinya. Sensasi syahwat birahi ini telah membuat Darsih merinding dan gemetar hebat. Dia tak lg kuasa U\ menolak nikmat macam ini. Dia mulai menggerakkan jari-jarinya. Dan mulailah Tgn cantik dan lembutnya Darsih itu melumat-remasi kemaluan Mas Dirman. Kini Darsih mulai merasakan betapa mantapnya menjamah dan menggenggam rudal gede macam ini. Dan akhirnya bukan hanya meremas dan memijit. Darsih jg mengelus dan mengurut-urut kemaluan Mas Dirman dri ujung hingga ke pangkalnya. Darsih jg merabai betapa lebat jembut Mas Dirman itu. Dia rasakan adanya rimba yang tebal pd pangkal kemaluan Mas Dirman. Tgn nya menarik dan jambaki gelimang rambut kemaluan itu. Dia jg mengelusi dan memijit halus bijih pelir Mas Dirman. Jari-jarinya merabai bijih itu dan ketika datang geregetannya dia sedikit memjit sehingga Mas Dirman berteriak kecil merasakan ngilunya. Dia rabai kepala yang mirip topi baja tentara Nazi itu. Darsih bsa merasakan betapa licin dan mengkilatnya kepala rudal Mas Dirman yang sgt mengeras itu. Jari-jarinya seakan mengelusi pucuk teSonng ungu yang licin besar. Kemudian jari-jari itu merabai seputar lingkar leher rudal itu U\ kemudian bergerak lg merabai kepala serta lobang kencing kemaluan Mas Dirman itu. Jgn dikata nikmat yang dirasakan Mas Dirman dri permainan jari-jar lentik dan rabaan Tgn lembut Darsih ini. “Duuhh. . Dikk, teerruuss. . Enak bangeett. . Dik Darsihh. . “.

Hati Darsih dirambati semacam perasaan tersanjung dan puas ketika mengethui Mas Dirman menerima kenikmatan remasan Tgn nya. Mas Dirman mulai maju mundur menggoyang-goyangkan pantatnya. Dia berharap Darsih mengocoki batangnya pula. Goyangan maju mundur pantat Mas Dirman menandakan dia tak mampu menahan derita kenikmatan itu. Mendengar rintihan yang keluar dri mulut Mas Dirman, Darsih membayangkan. . Seandainya rudal Mas Dirman yang segede ini menembusi [email protected], rintihan macam bagaimana yang akan keluar dri mulutnya itu. Dan. . Betapa nikmat pula yang akan diraih dan di dptkan Darsih. Kembali [email protected] menggatal dan terus melelehkan cairan birahinya hingga celana dlmnya semakin kuyup. Permainan Tgn Darsih itu memang bukan U\ menghilangkan kegatalan birahi kemaluan se-org lelaki. Lumatan, pijatan dan urutan Tgn Darsih itu justru mendongkrak syahwat Mas Dirman U\ lbh dipuaskan lg . Kenikmatan remasan Tgn Darsih membuatnya serasa terbang ke awang-awang. Nikmat itu kini mulai mencari terminal transitnya. Nikmat itu harus ada ketika terminalnya sebelum nyambung ke nikmat berikutnya. Mas Dirman merasakan air maninya mendesak-desak U\ keluar dri saluran rudalnya. “Ach. . Ww. . Uuch. . Aacchh, ” terdengar ah uh Mas Dirman merasakan desakan nikmatnya. Air mani ini tentu akan sgt pekat krn telah lbh sebulan tak pernah tersalurkan. Murni istrinya tak pernah punya waktu U\ berasyik masyuk melepas kerinduan dgn Mas Dirman. Dan kini ada Darsih perempuan ‘hot’ istri tetangganya yang dgn Tgn lembutnya sedang mempermainkan saraf-saraf peka di sekujur batang tubuh rudalnya yang gede pjg itu. Dan lbh-lbh lg mulut Darsih yang memperdengarkan desahan-desahan erotis itu yang semakin memacu syahwat birahinya, “Enak ya maass. . Tgn Darsih Terus ya Maass Mas Dirmannn. . Darsih jg senaanng sekali bsa memuaskan Maass. . “. “Enak, maass. . , ” tanya dlm desah Darsih berulang-ulang. Tak pelak lg pantat Mas Dirman semakin tak terkendali maju mundurnya. Rasanya air maninya tak akan mampu ditahan lg . Mas Dirman kembali menghiba, “Diikk darsiihh. . Kencengin dong remasannyaa. . Cepetin. . Kocok-kocookk. . Yang cepeett. . , “”Ayyoo, Ddikk, Mas Dirman mau keluarr, nniihh. . “.

Dengar ucapan terakhir Mas Dirman, Darsih tanggap. Dan lbh dri itu memang Darsih telah sgt menunggunya. Dia ingin rudal Mas Dirman menyemprotkan pejuh-nya. Dia ingin Tgn nya kena semprotan air mani Mas Dirman yang pasti sgt hangat itu. Darsih jg ingin menyaksikan betapa air mani Mas Dirman akan tumpah sgt banyak dan kental. Darsih ingin merabai air mani kental itu. mkn jg akan dia jadikan lulur U\ dadanya, bahkan U\ lulur wajahnya. . mkn jg Darsih akan menciuminya / menjilati air mani itu. Darsih nggak th kenapa dan bagaimana keinginan seperti itu tiba-tiba hadir dri dlm dirinya. Keinginan seperti itu bahkan tak pernah muncul ketika berhubungan badan dgn suaminya selama ini. Darsih terlampau merasa jijik ketika air mani Pak Iwang kesenggol Tgn nya sekalipun. Dan biasanya dia cepet-cepet cebok sesudah bersebadan dgn Pak Iwang. Dia ingin selekasnya terbebas dri cairan yang menjijikkannya dlm liang [email protected] Ttpi dgn Mas Dirman ini, justru dia men dptkan doSonngan nafsu birahi yang beda. Rasanya Darsih Ingin melahap apapun yang keluar dri tubuh Mas Dirman. Dipercepetnya kocokkan Tgn nya. rudal Mas Dirman terasa semakin menegang dan semakin keras dlm genggaman Tgn nya. Darsih merasakan pegal menggenggam rudal segede itu. “Yaa. . , yaa. . , teruss Dik Darsihh. . Enakk bangeett diikk. . , Darsihh, oohh Darsihh, Darsihh, ” Mas Dirman menyongsong puncak nikmatnya sambil meracau memanggil manggil nama Darsih. Pantatnya semakin kuat dan cepat maju mundurnya. Ah. . Akhirnya datanglah. . , Dengan meremasi Tgn Darsih dan jg menahan agar Tgn itu terus mijat-mijatnya Mas Dirman menunggu air maninya tumpah, “Ampuunn. . Dik Darsihh. . Ampuunn. . Dik Darsihh, . . Enak banget Dik Darsihh. . “.

Diawali dgn meregang-regang seketika rudal Mas Dirman menyemprotkan sperma dgn kerasnya. Genggaman Tgn Darsih merasakan sebuah kedutan yang sgt keras. Urat besar rudal Mas Dirman mengedut dan memompa keluar muncrat cairan putih kental. Air mani Mas Dirman deras terpompa keluar. mkn ada sekitar 8 / sembilan kedutan besar yang memompa dan memuncratkan cairan putih kental itu. Tgn Darsih merasakan cairan hangat berlumuran pd sekujur lengannya. Telapak Tgn nya merasakan ada pelumas hangat kental yang memperlicin genggamannya. Air mani Mas Dirman telah berlelehan pd Tgn dan lengan Darsih. U\ sementara Mas Dirman merasakan kelegaan yang sgt mendlm. Kehausan syahwatnya telah men dptkan saluran keluar dgn muncratnya spermanya. Kini dia membiarkan ketika Tgn Darsih mengendorkan dan melepaskan remasan pd kemaluannya. mkn Darsih ingin menyaksikan sperma yang berlumuran di Tgn nya. Dia menarik lengannya. Dia memang ingin melihat bagaimana air mani Mas Dirman kini belepotan di Tgn nya. Dia jg ingin sekali hidungnya mendekat U\ mengendusi baunya. Dan ketika Tgn nya keluar nyeplos dri lobang dinding itu Darsih langsung menyaksikan betapa air mani Mas Dirman telah belepotan pd telapak, jari-jari dan lengan Tgn nya. Mata Darsih melihat Tgn nya menjadi lbh indah dan sgt menggairahkan dgn sperma yang berserakan itu. Ketika mendekatkan Tgn nya yang berlepot itu ke wajahnya, hidungnya menangkap bau yang khas. Bau air mani. Air mani yang keluar dri rudal Mas Dirman. Pelan dan dgn lembut, Darsih mengusap-usapkan Tgn nya ke wajahnya. Dia gunakan cairan kental yang keluar dri rudal Mas Dirman sbg masker U\ mempercantik wajahnya. Kemudian dia jg lulurkan sebagian lainnya ke leher dan kemudian dadanya. Dia pencet-pencet dan lumur buah dada dan puting susunya dgn air mani itu. Dia tak perlu malu pd Mas Dirman. Krn dgn sedikit menjauh dan menepi ke dinding, Mas Dirman tak akan bsa melihat apa yang dia lakukan. Sebatas U\ melumuri bagian tubuhnya, Darsih telah memuaskan dirinya dgn air mani Mas Dirman itu. Memang Darsih blm tega hatinya U\ menjilat sperma itu. Perasaan jijiknya masih menguasainya.

Hingga sore hari tak ada bisikkan antar dinding yang terdengar. Mas Dirman tergolek lemas di ranjangnya. Dia langsung tertidur. Dan Darsih sibuk menunggu air mani yang dilulurkan di seantero tubuhnya mengering sendiri. Dia menikmati sensasi erotik dri cara itu. Rasanya Darsih ingin membiarkan sperma kering itu tetap nempel pd tubuhnya sampai kapanpun. Ketika suaminya pulang, bekas-bekas lulur sperma Mas Dirman di wajah dan lehernya telah ngelotok dan lepas. Pak Iwang tdk lg melihat sesuatu yang aneh di wajah dan lehernya itu. Sementara pd dadanya Darsih telah menutupinya dgn kaos oblong yang memang dipakai sehari-harinya. dgn membiarkan kering dan ngelotok sendiri sperma Mas Dirman yang dilulurkan ke tubuhnya Darsih men dptkan semacam kepuasan erotis. Sesekali bau khas air mani itu masih menyirat pd hidungnya. Malam itu, sebagaimana malam-malam yang lain Pak Iwang makan bersama istrinya. Secangkir kopi dan sepiring pisang goreng telah melengkapi kegiatan makan malam mrka. Sesekali tanpa sepengethan suaminya, Darsih melirik ke lobang nikmat di dinding itu. Hatinya berdesir ketika mengingat betapa lewat lobang itu Tgn nya telah menggenggam dan meremasi rudal Mas Dirman yang gede, keras dan hangat milik Mas Dirman.

Darsih masih terkesan ketika rudal Mas Dirman berkedut dgn kerasnya yang kemudian disusul dgn muncratnya air mani yang berlepotan di Tgn nya. Sementara itu di rumah sebelah, Murni sedang sibuk merangkai bunga kering yang menjadi hobi utamanya. Setiap ada kesempatan dia mampir di toko depan tempat bekerjanya U\ membeli bahan-bahan bunga kering. Secara sambilan dia jg menjual hasil karyanya kepd siapa yang berminat. Banyak tmn-tmn / tetangganya yang membeli hasil karya Murni. Mas Dirman, suaminya mendukung hobi istrinya yang jg terbukti bsa menghasilkan tambahan uang U\ dapurnya ini. Walaupun terkadang dia harus sedia berkorban. Sering Murni lupa membuatkan kopi ketika suaminya hendak berangkat kerja. Bahkan dlm pemenuhan konsumsi libido seksnya selaku suami istri, Murni jg kurang memberikan perhatian kepd Mas Dirman. Tadi sore mrka nggak sempat ketemu lama krn begitu Murni pulang, Mas Dirman sdh siap hendak tugas jaga malam. Murni jg nggak terlampau perhatian pd dinding rumahnya yang bolong-bolong itu. Sesekali nampak suaminya menambal dgn kertas koran U\ kemudian disapu dgn cat dinding. Sebelum berangkat menuju tugas malamnya, Mas Dirman memastikan bahwa lobang tempat masuk Tgn Darsih ketika meremasi rudalnya tadi tdk menarik perhatian istrinya. Ah. . Indahnya lobang itu.

Masih terkenang betapa lewat lobang itu Tgn lembut Darsih telah memberikan nikmat melalui remasan-remasannya. Dia ingin sepulang kerja besok bsa mengulangi kenikmatan itu. Dia akan memberikan kejutan bagi Darsih. Sore itu Mas Dirman berangkat ketempat kerjanya dgn membawa rudalnya yang ngaceng sepjg jalan. Sepjg malam itu Darsih tak bsa nyenyak tidurnya. Dia masih menyimpan obsesi birahinya. Keasyikan ber-asyik masyuk dgn Mas Dirman tadi siang blm memberikan akhir nikmat yang tuntas. Memang dia merasa ckp puas ketika mendengar bagaimana Mas Dirman mendesah dan merintih krn remasan serta lumatan-lumatan Tgn nya. Dia jg sgt puas bsa melulur wajahnya, lehernya dan dadanya dgn air mani Mas Dirman. Ttpi [email protected] sendiri yang sempat basah dan sgt gatal tadi blm menerima sentuhan apapun U\ menyalurkan syahwatnya. Darsih nampak gelisah dlm tidurnya. Obsesi birahinya sempat terbawa dlm mimpi. Dia melihat Mas Dirman sedang menyetubuhi istrinya Murni. Dia menyaksikan betapa Murni menjerit nikmat ketika kemaluan Mas Dirman yang gede pjg itu menusuki [email protected] Kemudian dilihatnya pula bagaimana Murni nungging dan Mas Dirman memasukkan senjatanya dri arah belakang. Dia melihat bagaimana Murni mengaduh dan merintih merasakan hebatnya kenikmatan syahwat yang diraihnya. blm lg usai mimpinya Darsih terbangun. Udara rumah kontrakannya yang sempit itu serasa sgt panas. Dia perlu turun dri ranjang U\ minum U\ mengobati tenggorokannya yang kehausan. Dilihatnya suaminya begitu lelap tidurnya. mkn krn bekerja seharian, Pak Iwang langsung tertidur begitu selesai makan malam tadi. Begitulah yang sering ditemui Darsih dlm kehidupan suami istrinya.

Hingga pagi hari, praktis Darsih tak bsa benar-benar memejamkan matanya. Ingatan akan peristiwa yang terjadi bersama Mas Dirman kemarin siang benar-benar membuatnya menyimpan dendam syahwat yang memerlukan saluran keluar. Betapa kemaluan Mas Dirman itu demikian menggoda sanubarinya. rudal yang demikian gede dan tegar itu pasti akan membuat setiap perempuan yang kehausan birahi siap bertekuk lutut kepd Mas Dirman. Dan mimpinya ttg Murni istri Mas Dirman yang nampak demikian nikmat menerima tusukkan rudal suaminya! mkn kah dia meniru Murni seperti dlm mimpinya mkn kah dia nungging di depan lobang itu dan Mas Dirman mau menusukkan kemaluannya dri sebelah dinding yang lain ckp lebarkan lobang itu U\ kemaluan Mas Dirman Bisakah hal itu terjadi pdnya “Ahh. . Bagaimana aku mesti menyampaikan keinginanku ini pd Mas Dirman , ” demikian pikir Darsih. Ah, bagaimana nanti sajalah. Dri ranjangnya Darsih sempat mengamati lobang di dinding itu. Lobang yang telah memberikan nikmat siang hari tadi dan akan memberikan nikmat-nikmat yang lain pd siang hari nanti. Sesudah menemani suaminya sarapan pagi dan kemudian melepaskannya U\ berangkat kerja Darsih kembali menyibukkan dirinya membereskan rumahnya. Ketika menyapu di depan, dia sempat menyaksikan Murni istri Mas Dirman berangkat kerja pula. Pd kesempatan itu Mas Dirman yang melepas istrinya mengedipkan matanya. Itulah bahasa teguran di pagi hari yang langsung membuat hati Darsih berdesir.

Sesudah diperhitungkan ckp jauh Pak Iwang maupun Murni meninggalkan rumah masing-masing, mrka berdua, Darsih dan Mas Dirman bergegas mendekat ke lobang kenikmatan kemarin itu. “Dik Darsihh. . , ” panggil Mas Dirman dlm bisikkan dri sebelah dinding. “Mas kangen banget niihh. . , ” sambungnya. “Mas nggak bsa tidur semalaman. Mas pengin menyentuh Dik Darsih seperti kemarin itu”. “Sama Mas, aku jg nggak bsa tidur. . Aku mimpi Mas Dirman bermesraan dgn Mbak Murni, loh”. “Asyik banget. Sampai Mbak Murni jerit-jerit krn kenikmatan, ” cerita Darsih ttg mimpinya. “Ah, masa sih. Tapi Dik Darsih nggak marah toh , ” goda Mas Dirman. “Ya, nggak toh. Khan sama istrinya sendiri, ” begitu goda balik Darsih. Tiba-tiba dilihatnya Mas Dirman memberikan kejutan. Tgn kirinya berhasil menguak lbh lebar lobang dinding itu dgn cara melipat triplek itu ke samping hingga Tgn kanannya kini lbh leluasa U\ bergerak. Lobang itu menganga kira-kira selebar ubin 20 X 20 cm. Darsih jadi ingat kembali mimpinya. Ttpi. . mkn kah membuat lobang yang lbh leluasa lg Agar dia bsa nungging di depan lobang itu Ttpi dgn adanya lobang itu U\ sementara telah ckp membuat situasi dan hubungan menjadi lbh berkembang. Tanpa saling berkesepakatan Darsih dan Mas Dirman langsung melongok ke lobang. Mrka bsa saling pandang. Dlm pandangan penuh kehausan kedua insan saling mengamati wajah lawannya. Dlm saling pandang itu Darsih dan Mas Dirman semakin saling mendekatkan wajahnya. Mata-ketemu mata dlm pancaran pandang yang sgt dlm. Mrka jg saling mengamati pipi, dagu, hidung dan bibir lawannya dgn penuh kehausan. Mrka masing-masing ingin men dpt Ttpi sekaligus jg memberi. Yang terjadi kemudian wajah-wajah itu saling mendekat. Mendekat. Mendekat. Hingga nafas masing-masing saling menghembus wajah lawannya. Hingga Darsih maupun Mas Dirman bsa saling merasakan dan menangkap kehangatan wajah lainnya. Mrka saling menyentuh dan berciuman. Ah. . Betapa kl dua pasang bibir yang penuh dendam birahi berjumpa. Saling sedot dan lumat lidah U\ menghapus dahaga. Setiap bibirnya serasa ingin meneguk sebanyak-banyak ludah pasangannya. Desah-desah yang dlm saling bersambut. Kecipak bibir yang terkadang lepas dri gigitan / sedotannya sering nyaring terdengar. Kedua wajah haus itu saling memilin berputar sedikit U\ meraih posisi nikmat. Mas Dirmanlah yang memulai melepas pagutan. Dia sedikit undur dri lobang nikmat itu. Dia susulkan Tgn kanannya menerobos dinding. Mas Dirman mengulang kenikmatan kemarin. Kembali meremasi buah dada Darsih.

Darsih sedikit merana krn lepasnya bibir Mas Dirman Ttpi dia tdk protes. Dia kini menyambut Tgn Mas Dirman pd susunya. Dia jg ingin kembali merasakan apa yang telah dia dptkan kemarin. Dia ingin rasakan kembali remasan Tgn Tgn Mas Dirman pd bagian-bagian peka pd tubuhnya. Dia bahkan menuntun Tgn Mas Dirman U\ menyentuhi puting susunya. Uhh, jari-jari kasar inii. . Langsung memberikan nikmat dgn menyentuhku, demikian desah Darsih sambil matanya merem melek merasakan remasan jari-jari kasar Mas Dirman pd kulit buah dadanya yang lembut dan mulus itu. Kemudian ketika jari-jari itu memilin putingnya, “Aduuhh. . , maass. . Aku nggak tahan mass. . E. . Ee. . Nak bangett, maass. . , amppuun. . “. Mas Dirman sgt menyenangi jeritan siksaan nikmat dri mulut Darsih itu. Pilinan pd putingnya semakin di putar-putar dan pelintir kecil. Terdengar nafas Darsih yang sgt memburu. Mas Dirman th betapa nikmat yang kini melanda syahwat Darsih. Tgn Mas Dirman jg merabai ketiaknya, “Dik Darsih, Mas pengin menciumi ketiak Dik Darsih inii. . , Mas pengin menjilati susu Dik Darsih. . “. “Mas pengin menggigit-gigit pentil inii diikk. . , Mas pengin melumat-lumat ketiakmu, Diikk. . , ” demikian erang dan rintih Mas Dirman yang berkesinambungan. Darsih sgt tersanjung dan nikmat mendengar suara Mas Dirman itu. Gelora nafsunya terbakar hebat. Rasa haus yang sgt tiba-tiba menyerang tenggorokkan Darsih, “Aku haus, Maass. . , akuu hauss. . , Mas Dirman. . , “Dia renggut Tgn Mas Dirman dri remasan susunya. Dia kembali mengulum jari-jari kasarnya itu dgn penuh nafsu. Darsih jg mulai menggigit penuh gereget pd batang-batang jari itu. Entah dlm bayangan erotis macam apa, batang-batang jari kasar milik Mas Dirman itu ternyata memberikan saluran akan obsesi syahwatnya. Lidah dan ludah Darsih melumat dan membuat kuyup jari-jari itu. Mas Dirman merasakan betapa semakin histeris perempuan yang istri tetangganya ini. Sementara itu dia jg merasakan rudalnya semakin menuntut U\ dipuaskan. Nalurinya melihat dan mengatakan bahwa Darsih bsa memberikan jalan menuju kepuasan itu.

Seperti mengalir begitu saja, tiba-tiba Mas Dirman ingin bangun berdiri. Dia seakan th apa yang diinginkan Darsih. Dia tarik cepat Tgn nya dri mulut Darsih dan keluar dri lobang itu. Seperti rasa haus anak bayi yang blm tersembuhkan, Ttpi botol minumannya telah direnggut dri mulutnya, begitulah perumpamaan bagi Darsih yang kembali kecewa ketika Tgn dan jari-jari Mas Dirman di tarik dri kulumannya, “Aacch, Maass. . , Mass, toloong, Mas Dirmannn. . , aku hauuss bangeett Maass. . , ” Darsih merana seperti hendak menangis sambil mengasongkan wajah dan bibirnya ke arah lobang nikmat itu. Tdk lama, tiba-tiba tangis dan iba Darsih men dptkan sentuhan. Jari-jari kasar Mas Dirman kembali menyentuh hendak meruyak bibirnya. Bibir haus Darsih langsung mencaploknya. Ttpi kenapa jari-jari ini jadi cepat membengkak Dan, aahh. . Kok ada bau lelaki yang sgt kuat. . , sepintas bau yang mengingatkan ketika bersebadan dgn Pak Iwang suaminya. . Dengan sedikit heran Darsih mundur seketika dri celah nikmat itu. Dia kaget ketika mengethi apa yang barusan dicaploknya. Sebuah batang dgn ujung berbentuk bongkahan licin mengkilat dan berwarna merah kecoklatan. Dan. . Darsih langsung th bahwa itu adlh kemaluan Mas Dirman. Edaann. . Darsih tdk menduga kl Mas Dirman akan mengasongkan rudalnya U\ dia kulum ke mulutnya. Ttpi itulah rupanya yang Mas Dirman inginkan. “Iseplah Dik Darsih. . , aku pengin banget Dik Darsih mengisep inii. . , ayyoo, dikk, Mas pengin merasakan mulut Dik Darsih. . , “

Aah. . Bagaimana aku bsa menolak permintaan Mas Dirman. Aku sendiri sgt kehausan U\ menyalurkan keinginan seksku, demikian suara batin Darsih. Dia mencoba mengamati batang dan kepala rudal Mas Dirman. Duh, bukan main. . Kemaluan lelaki itu sgt mempesonanya. Mata Darsih yang indah itu blm pernah menyaksikan kemaluan lelaki selain kecuali milik suaminya. Matanya blm pernah melihat rudal segede dan setegar itu. Kenapa kepalanya sebegitu mengkilat seakan menahan tekanan yang sgt kuat dri dlmnya. . Bukankah krn Mas Dirman sgt mendendam birahi pdnya Dan itu, lobang kencingnya yang besar menganga, nampak ada cairan bening yang meleleh keluar. Itukah yang namanya pelumas Cairan yang hanya keluar ketika birahinya terangsang Darsih masih terbengong ketika Mas Dirman kembali mengasong-asongkan kemaluannya dan minta agar Darsih mengulum dan mengisepnya, “Ayyoo, Dik Darsih. . , Mas pengin Dik Darsih menciumi dan menjilati inii. . , ayoo, diikk. . “. Bisik rintih dri balik dinding yang berulang-ulang diperdengarkan oleh Mas Dirman. Merasa terdoSonng oleh rasa iba, tanpa sadar sepenuhnya Tgn Darsih langsung meraih batang gede dan hangat itu U\ digenggamnya. Ah, bagi Tgn nya batang ini tak begitu asing. Bukankah kemarin siang Darsih telah mengurut-urut dan mengocokinya hingga cairan kentalnya tumpah. Ttpi kini, oohh, . . Lihatlah, dgn matanya betapa Darsih bsa melihat urat-urat kasar melingkar-lingkar di sekujur batang itu. Dan lihatlah betapa kencang dan mengkilat kepalanya krn mendendam birahi.

Lihatlah betapa sgt mempesona dan menantang lobang kencing ini. Tak pelak lg , Darsih menjadi histeris menyaksikan apa yang kini dlm genggamannya. dgn histeris pula, sambil setengah menutup matanya mukanya kedepan dan mengusapkan ujung kemaluan Mas Dirman itu ke wajahnya. Ujung kemaluan yang melelehkan lendir pelumas itu diusapkannya ke pipinya. Sepintas hidungnya jg mengendus U\ menangkap aroma kemaluan Mas Dirman itu. Ooohh, . . Sedap sekali. Ahh, Mas Dirmann. . Biarlah aku memuaskan kehendak syahwatmu. Biarlah aku ciumi dan kulum kemaluanmu yang mempesonakan ini. Biarlah aku jilat dan bikin kuyup dgn ludahku batang yang tegar dan panas ini. Sinilah, biar kuisep-isep dgn sepenuh nikmat birahiku. . Dan. . Genjotlah maju mundur rudalmu ke dlm mulutku. Goyangkan pantatmu, Mas Dirman. Begitulah racau batin Darsih yang mengalir berkesinambungan. Darsih semakin lupa diri. Sambil jari dan Tgn nya memilin-milin dan memijit batang kemaluan itu, mulutnya yang kini terisi penuh oleh ujung rudal yang gede dan berkilatan itu nampak bergerak memompa. Darsih melakukannya dgn merem melek. Kemudian ganti, lidahnya bergerak menjilat dri pangkal batangnya hingg ujung lobang kencing kemudian dgn bibirnya yang mengecup-ecup. Dia merasa seperti terbang ke awang nikmat yang tak bertara. Darsih menemukan dambaan dan obsesinya. Darsih larut dlm prahara nafsu seksualnya. Jgn tanyakan bagaimana Mas Dirman dilanda gamang syahwat dri celah dinding rumah kontrakannya yang disebabkan isepan mulut mungil Darsih itu. Jgn tanyakan bagaimana Mas Dirman langsung terlempar ke pucuk-pucuk kepuasan libidonya. Jgn tanyakan betapa Mas Dirman merasa men dptkan jawaban atas keresahan dan impian erotisnya pd Darsih selama ini.

Dan walaupun ada dinding pembatas, Ttpi kini Darsih impiannya itu ada di depannya. Darsih, istri tetangganya yang meresahkan syahwatnya selama ini sedang meciumi, menjilati dan mengulum rudalnya. Dan itu tak seberapa lama. . Kenikmatan tak bertara itu langsung mendongkrak nafsu birahi Darsih dan Mas Dirman. Darsih yang menjadi sgt histeris menjilat, mencium, mencaplok, mengulum dgn penuh gereget kemaluan Mas Dirman. Dan sebaliknya Mas Dirman yang men dptkan limpahan histeris birahi Darsih hingga syahwatnya menjadi terpacu. Kandungan spermanya terangsang U\ cepat menyemprotkan air maninya keluar. Saraf-saraf peka di seputar selangkangan Mas Dirman berinteraksi dan tak mampu bertahan. Urat-urat yang menyalurkan sperma dri kandangnya mulai berdenyut memompa keluar. Mas Dirman merasakan air maninya mau muncrat. Pd Darsih dia teriak dlm bisiikan, “Dik Darsih. . , a. . Ak. . Kku. . Mm. . Mauu. . Keluaarr. . , niihh. Booleehh. . “. “Ayyoo, Mass. . , inilah yang kutunggu. . , ” demikian suara batin Darsih. “Bantuin Dik. Tolong sambil dikocok-kocok. . , tolong Dik Darsihh. . “. Kemudian serta merta Darsih meningkatkan rangsangannya pd kemaluan Mas Dirman. Tgn nya mengocok dan menguruti batangnya sambil ditusuk-tusukkannya ujung ludahnya pd lobang kencing kemaluan itu. Kemudian disapunya kepala yang mengkilat itu dgn lidahnya hingga menyentuh seputaran lehernya. Tak mkn lg dipertahankan. Mas Dirman merasakan seluruh saraf-saraf di seputar kemaluannya mulai meregang U\ menjemput muncratnya air mani. Tgn nya kini memerlukan ada yang dipegang. Ttpi tak ada pd dindingnya yang bsa diraih oleh Tgn Mas Dirman. Akhirnya dialihkannya pegangan pd sandaran kursi di dekatnya. Tgn nya memerlukan sandaran itu U\ menahan getaran kenikmatan yang semakin datang menderanya. Tak mkn lg . . “Aacchh. . , Dik Larssihh. . Dik Darsihh. . Keluaarr. . , ” teriakan penuh nikmat dri mulut Mas Dirman. Darsih merasakan seperti kemarin. Bedanya, kl kemarin Tgn kanannyalah yang merasakan kedutan besar rudal ini, kini Sonngga mulutnyalah yang menanggung kedutan itu. Beda yang lain adalah, kl kemarin sperma Mas Dirman tumpah terserak ke segala arah, termasuk melumuri Tgn nya, maka kini sebagian besar kedutan-kedutan itu U\ memompa air mani yang akan muncrat dlm Sonngga mulut Darsih. Dan selbhnya yang dibiarkan lepas jatuh ke lengan dan Tgn nya, Darsih ingin kembali melulur wajah dan tubuhnya dgn air mani itu. U\ awet muda, katanya. Mas Dirman langsung rubuh terpuruk. Spermanya yang nyemprot keluar demikian banyaknya. Tenaga Mas Dirman tersedot hbs . Kini dia terbaring telanjang di ranjangnya sambil menariki satu-satu nafas pjgnya.

Dia tdk pernah menyangka bahwa Darsih istri tetangganya itu akan minum / makan spermanya. Selama ini dgn Murni sekalipun, Mas Dirman tak pernah mau menyuruh menjilati kemaluannya. Apa lg menampung sperma di mulut macam Darsih ini. Ttpi Darsih ini memang terlampau ‘panas’. Dia bukan sebagaimana perempuan biasa lainnya. Darsih ini termasuk perempuan luar biasa. Benar jg kata org, perempuan yang tampilannya macam Darsih ini akan sgt kuat dan liar ketika bermain di ranjang. Perempuan yang tdk mudah dipuaskan. Darsih masih menyibukkan dgn lulurnya. Air mani Mas Dirman telah meratai leher dan dadanya. Dia heran kenapa bsa melayani lelaki macam Mas Dirman. Apapun yang Mas Dirman mau dgn rela dia memberikannya. Yang masih tetap heran, kenapa akhirnya dia tanpa merasa jijik bsa minum sperma Mas Dirman. Ternyata rasa sperma itu tak beda dgn telor putih ayam kampung yang sering dia dan suaminya minum se hbs mrka melakukan kewajiban suami istrinya. Ahh. . Aku jadi pengin minum lbh banyak, begitu pikir Darsih. Pd malam harinya kembali sebagaimana biasanya, Darsih menemani suaminya Pak Iwang ketika makan malam. Secangkir kopi, kesukaan suaminya dan sepiring kacang rebus menyertai mrka bercengkerama di depan tevisi-nya. Darsih menyandarkan kepalanya pd bahu Pak Iwang.

Nampak seakan tak ada hal yang serius dlm kehidupan mrka, khususnya sepjg hari itu. Pak Iwang tdk melihat hal-hal yang aneh di rumah tangganya. Darsih mencoba mengamati lobang yang kini bsa terkuak lbh lebar itu. Tak ada hal yang mengkhawatirkan. Seketika hatinya berdesir ketika ingat apa yang telah berlangsung melalui lobang itu di siang hari tadi. Pd pagi hari esoknya, hal-hal rutin kembali berjalan. Darsih mengantarkan hingga ke pintu depan ketika melepas suaminya berangkat kerja. Demikian pula Mas Dirman, melepas Murni sambil menutup pagar halamannya. Ketika mrka perhitungkan Pak Iwang maupun Murni sdh ckp jauh dri rumah, kembali mrka bergegas menuju ke lobang dinding. Dialog yang menembus dinding antara Darsih dan Mas Dirmanpun dimulai. “Dik Darsihh. . , Mas kangen banget nihh. . , “”Mana pipi indahmu Mana bibir indahmu , ” rNduk Ayuan Mas Dirman mengalir. Dengan hanya bercelana pendek ‘hot pant’, Darsih mendekat ke dinding. Mrka kembali saling pandang melalui lobang itu kemudian berpagutan. Bermenit-menit mrka saling gigit, sedot dan jilat. Mrka saling minum ludah lawannya. Segala gaya dan cara sebatas ke mkn an yang bsa dilakukan melalui lobang itu, mrka lakukan. “Mass. . , lobangnya bsa lbh gede lg , nggak, siihh. . , “”Aku pengin lbh lebar lg . Jadinya kita bsa puaass. . Banget, ” rajuk Darsih pd Mas Dirman. Mas Dirman th, itu adlh isyarat hausnya syahwat Darsih. Mas Dirman th, dgn lobang yang lbh lebar hubungan antar kelamin bsa dilakukan lbh maksimal. Dia jg menginginkan hal yang sama. Mas Dirman mencoba mengamati dinding itu. “Sana Dik Darsih bikin kopi dulu buat Mas, nanti aku cari akal supaya lobang ini lbh leluasa tanpa kelihatan oleh org, ” Mas Dirman sdh terbiasa menyuruh Darsih. Entah yang bikin kopi, / nggoreng nasi, / bikin sambel kecap dan sebagainya. Kemudian dia mencari peralatan di kotak raknya. Dia patahkan lembaran dinding itu lbh ke kanan, tanpa membuatnya lepas dri ikatannya. Dia tempelkan sedikit kertas dgn lemnya sehingga bsa berfungsi seperti engsel pintu. Dia tunjukkan pd Darsih patahan itu dan kemudian membuka lobangnya. Wwoo. . , ini mah macam pintu saja, demikian surprise yang dirasakan oleh Darsih.

Sebuah lobang dinding selebar kurang lbh berukuran lebar 40 cm dan tinggi 30 cm dgn mudah dibuka maupun ditutup tanpa kelihatan menyolok oleh siapapun. Ttpi mrka sepakat, setiap sore akan menutup dgn tempelan koran U\ menghilangkan jejak sama sekali. Memang jadi sedikit repot, Ttpi biarlah, yang penting aman. Mrka langsung mencoba perdana lobang itu. Kini kepala Darsih / kepala Mas Dirman bsa nyeplos ke kamar sebelahnya. Mrka tertawa senang. Kini Mas Dirman bsa melihat betapa Darsih sgt seksi dgn ‘hot pant’nya. “Sini, Dik. . Aku mau sun ini, ya. . , ” dia raih pinggul Darsih U\ didekatkan ke depannya. Kemudian wajahnya berusaha melekat ke selangkangan istri tetangganya itu. Darsih tertawa tertahan krn kegelian. Dia menggelinjang. Ttpi Mas Dirman tdk berhenti disitu. Kini Tgn nya bsa meraih dan melepasi kancing-kancing ‘hot pant’ Darsih. Dan ditariknya turun ‘hot pant’ itu hingga tinggal celana dlmnya saja yang tinggal. Mas Dirman langsung kembali melekatkan wajahnya ke celana dlm itu. Dia mencoba mengendusi [email protected] Darsih. Hidungnya menangkap semburat bau kencing pd [email protected] itu yang membuat birahinya langsung bangkit. Darsih sgt tersanjung. Bibir dan dagu Mas Dirman yang menyentuhi pangkal pahanya membuat nafsu birahinya terdongkrak. Dia meremas kepala Mas Dirman sambil mendesah berat, “Duuhh. . Mmaass. . Maass. . “. Mas Dirman blm puas jg. Ditariknya hingga celana dlm itu hingga lepas dri tempatnya. Kini nampak [email protected] Darsih yang diselimuti bulu-bulu lembut itu. Kembali diraihnya pinggul Darsih. Dan dibenamkannya wajahnya ke selangkangannya. Kini lidahnya menjulur U\ menjilat-jilat. Darsih merasakan jilatan Mas Dirman pd kemaluannya. Dia tdk pernah membayangkan Mas Dirman mau dan rela menjilati [email protected] yang tentu bau pesing itu. Sekali lg dia sgt tersanjung. Suaminya, Pak Iwang tak pernah mau melakukan itu. Rasa nikmat ketika lidah menyentuhi bibir [email protected] membuat nafsu birahi Darsih langsung membara di pagi hari itu. Dia ingin Mas Dirman mau menjilat U\ lbh merangsangnnya lg . Dia tarik kursi plastik di sampingnya. Dia angkat satu kakinya ke atas kursi itu. Selangkangan Darsih langsung terbuka dan memudahkan Mas Dirman lbh merasuk ke dlmnya.

Kenikmatan yang melanda membuat Tgn Darsih langsung kembali meremasi kepala dan rambut Mas Dirman. Dia mendesah sambil menggoyang pantatnya, mendoSonng-doSonng menjemput jilatan dan sedotan bibir Mas Dirman. Mas Dirman merasakan betapa legit [email protected] Darsih. mkn Pak Iwang jarang menikmati [email protected] istrinya ini. Urat-urat bibir [email protected] itu masih sgt kencang. Dan ketika terlanda birahi [email protected] ini menunjukkan betapa kerasnya remasan dinding [email protected] Walaupun cairan birahinya terus mengalir, ternyata lidah Mas Dirman tak mampu menembusinya. Rudal Mas Dirman ngaceng. Dia membayangkan betapa nikmatnya kl kemaluannya bias menembusi [email protected] istri tetangganya ini. Mas Dirman mulai melakukan ancang-ancang. Dia ingin Darsih benar-benar menggelinjang hingga pd akhirnya dia minta agar Mas Dirman memasukkan kemaluannya ke liang [email protected] Tgn Mas Dirman mulai menyertai bibirnya mengolah saraf-saraf peka pd [email protected] itu. Dengan lidahnya lbh memusatkan jilatan pd kelentit / klitoris Darsih, jari-jari Tgn nya yang kukuh mulai melakukan penetrasi pd lobang [email protected] Darsih. Jari-jari yang gede dan kasar itu sgt menggelitik saraf-saraf dinding [email protected] yang memang telah lama menantinya. Darsih merasakan betapa dinding-dinding lobang [email protected] mencengkeram erat-erat jari-jari Mas Dirman. Duuhh. . Rasaya aku nggak tahan banget, niihh. . , begitu desah pelan Darsih. Ketika jari-jari itu mengocok-ocok kemaluannya Darsih berteriak histeris, “Mas Dirman, Mas Dirman, Mas Dirman. . Ampuunn. . Darsih nggak bias tahaann. . Aammppuunn. . “. Merasa upayanya nampak berhasil Mas Dirman semakin mempercepat kocokkan sekaligus membuat variasi dgn jg mengaduk putar jari-jarinya hingga seluruh dinding kemaluan Darsih tersedak jari-jari kasarnya itu. Tak ada ampun lg . Darsih cepat melakukan perubahan posisi. Dia tarik lepaskan jari Mas Dirman dan kemudian dgn kedua Tgn nya dia menggeret meja makan U\ dipepetkan ke lobang dinding itu, “Mas Dirman, aku pengin banget merasakan yang lbh gede. . Aku pengin rudal Mas Dirman menusuki [email protected] Ayyoo, maass. . , ” Darsih tak mampu memilih kata-kata lg . Keinginannya dia lontarkan secara vulgar kepd Mas Dirman sambil dia naik dan kemudian telentang ke meja makan itu. Dia mengangkat kedua kakinya sambil menghadapkan [email protected] dan pantatnya tepat pd arah lobang dinding itu. Dia melipat kakinya hingga pahanya menyentuh dada. Dri balik lobang dinding, kini Mas Dirman menyaksikan citra 3 dimensi melalui lobang ukuran 40 cm X 30 cm. Citra 3 dimensi itu adlh [email protected] Darsih yang muncul dgn mulus dan sgt menantang sanubari dan birahinya. [email protected] itu nampak basah. Ttpi walau basah rupanya tak mampu U\ menutupi hausnya tusukkan rudalnya. [email protected] Darsih yang tampak macam ini sgt membakar syahwat Mas Dirman. Dan inilah puncak dri usahanya.

Darsih yang istri tetangganya itu kini telah benar-benar menyerahkan kekayaannya yang paling rahasia. Darsih kini benar-benar menyerahkan kehormatannya pdnya. Darsih telah menyerahkan [email protected] U\ memuaskan rudalnya. dgn penuh pengendalian tempo dan perasaannya, Mas Dirman mendekatkan bibirnya. Dia ingin Darsih benar-benar tersiksa oleh prahara syahwatnya. Dia ingin istri tetangganya itu benar-benar memohon agar rudalnya menembusi gua garbanya. Menembusi liang [email protected] dan menggaruk-garuk dinding-dindingnya. Mas Dirman melumati kemaluan Darsih. Dia mencium dan menjilat kemaluan yang menantangnya itu, seperti ketika dia sedang mencium dan melumati bibirnya. Bibir [email protected] dia rasakan seperti bibirnya. Klitorisnya menjadi lidahnya. Dan cairan birahi yang mengalir deras itu dia anggap ludahnya. Dia lahap semua dgn penuh kerakusannya. Darsih histeris. Mas Dirmanlah yang membuat Darsih histeris. Darsih tak berdaya. Tgn nya tak bsa menjadi sarana U\ melampiaskan kegatalan nikmat yang kini bak puting beliung melemparkan dan menenggelamkan dirinya ke dlm lautan nikmat yang tak bertara. Tgn nya menggapai angin mencari sesuatu yang bsa diremas-remas / di cabik-cabik. Yang akhirnya dia bsa raih adlh buah dadanya sendiri. Darsih dgn sepenuh emosi syahwatnya nampak seakan-akan hendak merobek / mencabik-cabik susunya. Seakan-akan dia ingi mencopoti puting-putingnya. Kegatalan yang luar biasa itu membuat dia kelabakan dan memohon dlm tangisannya, “Ampunn, Mass. . , ampuunn. . , ayoolahh Mass. . Cepat masukiinn. . , ampunn. . “. Tangisan itu blm jg menyentuh hati Mas Dirman. Ttpi keindahan sensual yang memancarkan nafsu syahwat luar biasa dri [email protected] Darsih ini sgt sayang U\ dilewatkan. Bibir dan lidahnya masih menikmati pancaran sensual itu.

Bahkan lidahnya kini berusaha menembusi lobang sempit [email protected] Darsih. Lobang yang menebar aroma [email protected] dri se-org perempuan yang istri tetangganya itu. Tangisan Darsih justru menambah semangat birahinya U\ melanjutkan jilatan dan sedotannya. Tgn Mas Dirman kembali melakukan rangsangan. kl tadi jari-jarinya menusuki lobang [email protected], kini jari-jari itu mulai merambah lobang anus Darsih. Dia memang blm menusukkan ke anus itu. Ttpi elusan-elusan kulit kasarnya mengakibatkan Darsih tak lg mampu mengendalikan desahannya. Dia tak lg membisik. Desahan yang keluar dri mulutnya bukan tak mkn terdengar dri ruang Mak Sani. Untungnya sampai ketika ini Mak Sani blm pulang dri rumah anaknya. Rudal Mas Dirman benar-benar telah menegang dlm ukurannya yang maksimal. Pd ketika birahinya ada di puncak tertinggi macam skrg ini, rudal itu tegak kaku mengarah naik sekitar 60% mencuat ke atas. Batangnya bergeligir penuh dgn otot yang memompa darahnya. Otot itu melingkar-lingkat sejak dri batas leher hingga ke pangkal kemaluannya. Kepala rudalnya berkilat-kilat seakan hendak meledak menahan desakan birahi dri dlmnya. Lobang kencingnya yang sgt menantang U\ jilatan lidah para perempuan terus menerus mengalirkan cairan birahi yang siap U\ melumasi [email protected] Darsih yang telah siap ditembusinya. Dibawah batangnya bijih pelirnya nampak menggelantung, dgn bungkus kulitnya yang membulat dgn penuh kerur-kerut bak bundaran bijih salak muda yang baru dipetik. Siapapun yang melihatnya pasti tergoda U\ memainkan kuluman bibir / jilatan lidah pd bijih pelir Mas Dirman itu. “Amppuunn, Mass. . , Darsih bsa jantungan Maass. . , masukin Maass. . Aku rindu rudalmu Mas Dirman. . , mana rudalmu. . Mana rudalmuu. . , ” Darsih sdh semakin tak mampu lg menahan kata-kata vulgarnya. Dia benar-benar telah berada di ambang kritis yang harus diatasi oleh Mas Dirman. Dan Mas Dirman kini memahami. Dia jg puas mendengar ucapan Darsih terakhir itu. Mas Dirman menikmati betapa Darsihlah yang minta agar kemaluannya merasuki gua garba penuh kenikmatan yang dimiliki istri tetangganya itu. Darsihlah yang memohon agar rudalnya menusuk [email protected] Kini Mas Dirman bergerak pasti. Bibir dan lidahnya meninggalkan sedot dan jilatannya. Dia bangun dan mengatur posisinya. Dia sedikit bergeser ke depan sambil mengarahkan rudalnya yang ngaceng kaku itu ke lobang kemaluan Darsih. Dia tuntun ujung rudalnya yang berkilatan itu U\ menyentuh [email protected] Darsih yang sdh demikian haus menunggunya. Bibir [email protected] itu nampak menegang dan jg memancarkan sedikit kilatan yang disebabkan doSonngan darahnya yang menekan ke arah permukaannya.

Ketika kepala itu menyentuhnya, Darsih terlonjak. Dia th situasi di balik dinding itu telah berubah. Dia th Mas Dirman telah siap menusuki lobang [email protected] Dia th bahwa sebentar lg kenikmatan yang tak terkirakan akan melandanya. Dia th dan telah siap apabila Mas Dirman akan menonjok-nonjokkan kemaluannya pd bibir [email protected] U\ bsa mulus menembusinya. Dan itulah yang terjadi. Kepala rudal Mas Dirman terasa mulai menekan. Bibir [email protected] / gerbang [email protected] yang sdh demikian menanti seakan kini menjual mahal. Bibir itu tdk demikian saja mengijinkan rudal Mas Dirman masuk. Bibir itu seakan merapatkan barisan U\ menahan serbuan rudal. Bibir itu merapat dan membuat lobang [email protected] menyempit. Itulah kenikmatan luar biasa yang mengawali penetrasi se-org Mas Dirman ke [email protected] Lastri istri tetangganya yang binal ini. Berkali-kali tonjokkan rudal itu dilakukan. Berkali-kali serbuan rudal dilancarkan hingga akhirnya mulai terkuak. Lobang [email protected] Darsih mulai memberi kesempatan dan melepas sedikit demi sedikit cengkeramannya. Gerbang [email protected] memberikan ruang hingga kepala rudal Mas Dirman melesak masuk hingga batas lehernya.

Bagi Mas Dirman hal ini sdh sgt cukup. Upaya berikutnya tak terlampau sulit. Dikocok-kocokkannya kepala rudalnya pd ruang sempit itu hingga cairan birahi Darsih tak lg terbendung. Kocokkan-kocokkan itu menghasilkan dinding pertahanan [email protected] jadi sgt licin. Dan kondisi licin macam itulah yang membuat [email protected] Darsih benar-benar tak mampu menahan desakan rudal Mas Dirman. Dri balik dinding Darsih seperti kemasukan setan. Tgn – Tgn nya yang terus membetoti susunya dan menarik-nark serta memilin puting-putingnya kini disertai kepalanya yang terus bergoyang kekanan dan kekiri. Goyangan kepalanya itu demikian histeris hingga rambut-rambutnya awut-awutan terlempar sana-sini. Tonjokkan rudal Mas Dirman telah membuat Darsih sama sekali kehilangan kontrol diri. Dia tak mampu lg membendung banjirnya cairan pelumas pd bibir [email protected] Dia kini merasakan betapa senti demi senti batang kemaluan Mas Dirman menembus gerbang [email protected] Dia kini merasakan betapa dinding-dinding [email protected] mulai mencengkeram dan menghambat setiap senti batang rudal Mas Dirman U\ bergerak maju menembus lobangnya. Darsih merasakan betapa cengkeraman dinding [email protected] itu membuahkan nikmat syahwat yang tak terhingga. Saraf-saraf peka yang menebar di seluruh permukaan dinding itu melakukan interaktif dan menjemput nikmat dgn remasan-remasannya. Mas Dirman yang merasakan cengkeraman [email protected] Darsih terkadang justru melambatkan / menghentikan sama sekali doSonngan rudalnya U\ menembus lbh ke dlm. Dia ingin menikmati betapa cengkeraman itu menjadi empotan yang meremas.

Ketika saraf-saraf itu berusaha menahan, terjadilah pegangan erat pd batangnya. Ttpi itu hanya seketika. Berikutnya pegangan itu pasti kendor dan melemah sebelum kembali memegang erat. Siklus itulah yang membuat rasa empot-empot pd batang rudal Mas Dirman. Ttpi semua itu hanyalah sebuah ‘awal’ / ‘pembukaan’. Rudal Mas Dirman akan terus bergerak maju. Dan [email protected] Darsih akan terus menghisap masuk bak rahang ular piton yang menelan mangsanya dan tak mkn melepaskannya. Pantat Darsih menggoyang U\ menjemput dan melahap ‘mangsa’-nya itu. Pantat Darsih jg menggoyang U\ mengurangi derita nikmat yang melandanya. Pantat itu menggoyang seirama dgn gerak laju rudal Mas Dirman yang terus bergerak menembus [email protected] Dan apabila ‘pembukaan’ itu telah lewat, maka yang dirasakan Darsih kini adlh sebuah benda panas dan sgt kenyal memenuhi Sonngga [email protected] Tak ada celah kosong sejak gerbang hingga mentok ke dinding rahimnya. Batang itu dgn sesak menembusi loSonng penuh nikmat milik Darsih. Sesak itu terjadi krn ada dua arah penyebabnya, yanitu batang kemaluan Mas Dirman yang sgt gede dan dinding [email protected] Darsih yang mencengkeram, menyempit dan menjepit. Ttpi anehnya tak ada satupun yang merasa dirugikan. Mas Dirman dan Darsih justru menemukan nikmat dri apa yang kini sedang berlangsung itu. Kini kembali Mas Dirman membuat kemaluannya diam tanpa gerak dlm kepdtan ruang [email protected] Darsih. Ujung rudalnya merasakan dinding batas. Itulah dinding rahim Darsih. Kemudian [email protected] Darsih itu dgn cepat mengempot-empot meremasi batang rudalnya. Darsih kembali lg mengoyang-goyang pantatnya. Dia dilanda rasa gatal yang sgt . Dia ingin rudal Mas Dirman mulai menarik dan mendoSonng. Dia ingin merasakan pompaannya kemaluan gede dan pjg milik Mas Dirman itu. Dia ingin merasakan gosokan / gesekan batang rudal dgn dinding-dinding lobang [email protected] Dan terjadilah. Mas Dirman mulai pelan menarik. Hanya setengahnya. Kemudian kembali mendoSonng hingga mentok ke dinding rahim.

Kemudian diulanginya route itu berkali-kali. Setiap kali Mas Dirman menambah kecepatan. Dan pd setiap tusukkan maupun tarikan desah dan rintih Darsih menyertai dgn penuh iba derita nikmat. Dan ketika rudal Mas Dirman mulai memompa dgn ritmis dan tempo yang semakin sering, kedua org itu saling memperdengarkan desahan dan nafas-nafasnya yang memburu. Dan ketika pompaan semakin sering dan cepat yang mengakibatkan meja makan Darsih berderit-derit, serta dinding penuh syahwat pembatas kamar mrka berderak-derak, mulut Darsih dan Mas Dirman memperdengarkan suara konser desah dan rintih penuh irama. Jgn tanya lg ttg racauan. Semua kata-kata vulgar tumpah berserakan mengalir dri kedua mulut yang asyik masyuk itu. Pd ghalibnya semua yang ada ‘pembukaan’ memang harus diikuti dgn ‘akhiran’. Dan siapa / apapun ketika menyongsong titik ‘akhiran’ itu selalu berusaha menumpahkan semua beban-beban agar pd ‘pemberhentian’ nanti bsa berlangsung lunak, menyeluruh dan tuntas. Ketika Mas Dirman merasakan betapa air maninya tak mkn bsa terbendung, dan kini tengah merambati saraf-saraf disekitar kemaluannya U\ muncrat, dia menengadahkan wajahnya ke langit-langit. Dia memusatkan seluruh dirinya U\ menyambut muncratnya spermanya. Dia merasakan betapa nikmat dan legitnya [email protected] Darsih yang kini sedang dlm pompaannya. DarsihPun menghadapi kenyataan yang sama. Kerinduan berbulan-bulan yang ditanggungnya, kemudian pula limpahan birahi tak tertahankan selama hari-hari terakhir ini menggiring dirinya U\ menapaki orgasme yang memang jarang dia dptkan. Dia merasakan sebuah sensasi erotik yang luar biasa ketika rudal Mas Dirman merasuki ruang sempit lobang [email protected] Dia merasakan betapa dinding-dindingnya yang penuh saraf peka begitu mencengkeram U\ merasai betapa rudal itu memberikan nikmat tak bertara pd dirinya. Dia kini merasakan tonjokkan yang semakin cepat dri kemaluan Mas Dirman. Dia merasakan bahwa Mas Dirman sedang mendekati muncratnya air maninya ke haribaan kemaluannya. Dia merasakan betapa desahan Mas Dirman tak lg mampu menahan puncratan itu. Bak kuda betina yang sgt binal dan liar Darsih berusaha menggantikan / mempercepat pompaan Mas Dirman. Meja makannya terdengar berderit-derit menahan gerakan Darsih yang menerima doSonngan Mas Dirman maupun krn goyang yang dia buat.

Darsih ingin air mani Mas Dirman nyemprot di dlm [email protected] Darsih merindukan sperma yang panas melaburi dinding [email protected] Darsih menginginkan Mas Dirman melampiaskan dendam birahinya dlm sekapan lobang [email protected] dan menyirami dinding rahimnya. Mas Dirman merasakan ketika puncak itu tak jauh lg . Dia merasakan betapa air maninya mengaliri dan merambati otot-ototnya menuju pintu akhir U\ tumpah. Ahch, aacch. . , akhirnya. . Tgn – Tgn Mas Dirman menggapai dinding-dinding datar itu. Dia cakar-cakar tambelan koran-koran yang berkelupasan. Dia remasi serpihannya. Air mani Mas Dirman muncrat tak terbendung. Rudalnya berkedutan memompa keluar cairan kentalnya. Dia berteriak tertahan. rudalnya lbh dia benamkan dgn menekannya kuat-kuat ke dinding rahim Darsih. Sementara Darsih menerima apa yang berlangsung dgn tampilan lbh histeris. Orgasmenya sendiri ternyata hadir membarengi semprotan air mani Mas Dirman. Kedutan rudal Mas Dirman dlm kemaluannya disambut dgn semprotan hangat cairan birahinya. Betotan Tgn nya pd buah dadanya mengencang seakan hendak mencopot susunya dri tempatnya. Bibirnya menggigit bibirnya sendiri hingga terluka dan mengalirkan darah kecil. Pantatnya berputar-putar seakan ingin menelan seluruh kemaluan gede Mas Dirman itu. Cairan birahi Darsih terus bertumpahan. Dia mengalami apa yang sering org sebut sbg ‘orgasme beruntun’. Setiap tusukkan kemaluan Mas Dirman disertai pula dgn muncratnya cairan birahi Darsih. Setiap kedutan pompa sperma Mas Dirman dia timpali dgn erang dan rintih nikmat orgasmenya. mkn Mas Dirman menyemprotkan 6 / 7 kali air maninya. Dan sebanyak itu pula Darsih mengalami orgsame beruntunnya. Dan. .

Mrka langsung jatuh tersungkur begitu segalanya usai. Tubuh Darsih merosot lunglai kelantainya. Mas Dirman telentang di lantainya pula. Keduanya hanya memperdengarkan nafas-nafas berat dan pjgnya sambil keringatnya yang mengucur deras U\ menyalurkan kelelahan yang tak terhingga. Nampak lobang di dinding itu menggapai-gapai kena angin dri jendela. Serpihan kertasnya yang hampir lepas melambai. Lobang, jendela dan serpihan kertas rumah kontrakan itu menjadi saksi betapa Mas Dirman dan Darsih telah bersama-sama merengkuh nikmat syahwat yang paling nikmat sepjg pengalaman mrka. Darsih masih merasakan apa yang baru saja usai. Rudal Mas Dirman yang demikian sesak masih meninggalkan pedih. Ttpi bukannya sesal. Dia masih ingin bangkit U\ kembali merasakan kenikmatan luar biasa itu. Kenikmatan syahwat yang blm pernah dia alami sebelumnya itu. Mas Dirman tergolek. Dia blm bsa sama sekali melepaskan ingatan nikmat yang barusan dia alami. Masih terasakan pd batang kemaluannya, betapa [email protected] Darsih memijit-mijit dan mencengkeram demikian hebatnya hingga spermanya penuh tumpah pd lobang nikmat itu. Mas Dirman ingin bangkit lg U\ merasai kembali kenikmatan tak bertara itu. Beberapa ketika kemudian . .

Darsih mengajak Mas Dirman makan. Dia telah menyimpan makanan U\ makan siang berdua. Darsih telah memasak U\ suaminya yang bsa disimpan beberapa hari. Melalui lobang itu Mas Dirman bersama Darsih saling bersuapan. Terkadang Darsih mengigit sepotong makanan U\ disuapkan ke gigitan Mas Dirman. Mrka jg melaksanakan makan siang bersama dri lobang syahwat yang sama. Hari itu mrka mengulangi kenikmatan-kenikmatan yang pernah diraihnya. Mrka melakukan berbagai macam jalan nikmat yang pernah meraka lakukan melalui lobang dinding itu. Mas Dirman sempat memuncratkan air maninya hingga 4 kali sampai dekat ke jam 5 sore hari itu. Sementara Darsih sdh th bagaimana men dptkan ‘orgasme beruntun’. Entah berapa kali pula orgasme beruntun datang menerpa dan berhasil diraihnya. Sesudahnya, sesuai kesepakatan sebelumnya mrka menambal lobang dinding dgn kertas koran yang ada. Darsih mengembalikan letak meja makan sebagaimana sebelumnya. Meja makan dimana sebentar lg dia akan makan malam bersama Pak Iwang suaminya.

Demikianlah kisah ini. Selama Mas Dirman kebagian gilir jaga malam, selama beberapa hari ini hingga genap satu minggu, meng hbs kan waktu siangnya U\ berasyik masyuk bersama Darsih istri tetangganya. Hal itu kemudian berulang pula pd setiap 2 minggu berikutnya. Lobang kenikmatan itu mrka rawat dgn baik hingga tak se-org pun, baik itu Pak Iwang suami Darsih maupun Murni istri Mas Dirman mencurigainya. Keadaan itu terhenti ketika ada peristiwa baru. Peristiwa yang menunjukkan betapa bumi dan kehidupan di atasnya terus berputar. Krn prestasi kerjanya Pak Iwang ditunjuk menjadi kepala cabang kWartor angkutannya di Sampang, Madura. Dlm tempo 1 minggu keluarga Pak Iwang dan Darsih sdh menempati rumah baru di Sampang. Sebuah rumah batu, lengkap dgn perabotan, kamar mandi sendiri dan kendaraan kijang bekerja. Pd ketika liburan pasangan Pak Iwang dan Darsih sering berekreasi meninjau kota-kota / tempat-tempat bersejarah yang banyak tersebar di pulau Madura.

Dengan cepat Darsih menyesuaikan keadaan. Dia kini menjadi lbh matang. Dia mulai th bahwa kenikmatan bsa diraih dlm berbagai cara. Bahkan dia sering menuntun Pak Iwang menapaki kepuasan ranjang pengantin mrka. Sethn setelah tinggal di Madura, pasangan Pak Iwang dan Darsih dikaruniai anak perempuan yang secantik ibunya. Pak Iwang ingin anaknya nanti bsa meneruskan sekolah bapaknya hingga mencapai sarjana. Akan halnya Mas Dirman. Dia kini Yani gkat menjadi pegawai administrasi dan koordinator keamanan gudang tempat dia bekerja. Mas Dirman tdk perlu lg kerja malam. Dri kWartornya Mas Dirman diberi kesempatan U\ men dptkan rumah yang layak dgn kredit lunak dri bank. Sejak itu Mas Dirman dan Murni selalu bsa menonton TV bersama, makan malam bersama dan berlibur bersama dlm suasana keluarga yang lengkap, utuh dan penuh kegembiraan. Akhirnya Murni hamil. se-org bayi lelaki yang kuat dan tampan telah lahir U\ pasangan Mas Dirman dan Murni. Mas Dirman tdk ingin mewarisi tugas bapanya yang hanya Satpam itu. Dia ingin anaknya nanti bsa jadi Caleg dri partai favoritnya.

Share this post:

Recent Posts